SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
KALTARA NUNUKAN PENDIDIKAN

Warga Siapkan Lahan dan Alat Berat, SMPN 1 Lumbis Pansiangan Tunggu Realisasi Pemkab

LAHAN : Lokasi lahan yang disiapkan untuk pembangunan SMPN 1 Lumbis Pansiangan, yang direncanakan mendapat alokasi anggaran melalui APBD Nunukan 2027.

NUNUKAN – Bertahun-tahun menumpang di gedung SDN 1 Lumbis Pansiangan, SMPN 1 Lumbis Pansiangan akhirnya masuk rencana pembangunan melalui APBD Nunukan 2027.
Rencana itu muncul setelah DPRD Nunukan menyoroti kondisi sekolah yang hingga kini belum memiliki gedung sendiri. Padahal, masyarakat telah menghibahkan lahan sekitar satu hektare untuk pembangunan sekolah.

Kepala Bidang SMP dan SD Dinas Pendidikan (Disdik) Nunukan Arief Rachmadi mengatakan, pembangunan SMPN 1 Lumbis Pansiangan telah dibahas di internal pemerintah daerah dan direncanakan masuk penganggaran 2027.

“Sudah kami rapatkan dan rencananya akan dianggarkan melalui APBD Nunukan tahun 2027,” ujar Arief, Senin (28/9/2026).

Namun, pembangunan fisik belum dapat langsung dilakukan. Pemerintah terlebih dahulu akan melakukan survei dan pematangan lahan untuk menentukan kebutuhan teknis sekaligus menghitung besaran anggaran.

Arief mengatakan, kondisi lahan yang berada di medan miring menjadi salah satu aspek yang perlu diperhitungkan. Pemerintah masih akan melihat apakah lahan cukup diratakan atau membutuhkan penguatan dengan bronjong.

Rokok Ilegal Disembunyikan di Jok Mobil, Dua Warga Sebatik Diamankan

“Kita matangkan lahannya dulu. Informasinya medannya agak miring. Nanti kita lihat apakah diratakan atau dibronjong. Setelah itu baru bisa dikalkulasikan kebutuhan anggarannya,” katanya.

Karena itu, nilai anggaran pembangunan belum dapat dipastikan. Saat ini, rencana tersebut masih menunggu pembahasan APBD murni 2027.

“Sejauh ini sudah sampai tahap penganggaran. Tinggal nanti kita lihat dalam pembahasan APBD murni 2027 apakah disetujui. Secara prinsip, ini menjadi salah satu prioritas kita,” ujar Arief.

Anggota DPRD Nunukan, Hendrawan meminta pemerintah tidak membiarkan pembangunan sekolah kembali tertunda hanya karena proses teknis yang terlambat.

Menurut dia, survei dan pematangan lahan seharusnya segera dilakukan. Sebab, masyarakat telah memberikan dukungan nyata dengan menyediakan lahan yang dinilai paling memungkinkan untuk pembangunan gedung sekolah.

Dugaan Adopsi Bayi Bulungan Belum Masuk Ombudsman

“Kalau bisa segera kerahkan staf untuk survei lahan. Sebenarnya lahan itu tidak terlalu miring. Itu justru lahan yang paling memungkinkan untuk pembangunan gedung sekolah,” ujarnya.

Hendrawan mengatakan lokasi tersebut dipilih karena berada tidak jauh dari permukiman warga. Kondisi itu dinilai dapat memudahkan akses guru dan tenaga pendidik, mengingat hingga kini belum tersedia perumahan guru di lokasi tersebut.

“Di sana juga belum ada perumahan guru. Jadi lokasi itu dipilih karena dekat dengan rumah warga. Harapannya, ke depan guru bisa menumpang atau tinggal di rumah warga yang berada di sekitar lokasi,” katanya.

Dukungan masyarakat bahkan tidak berhenti pada penyediaan lahan. Hendrawan menyebut warga juga siap membantu pekerjaan awal pembangunan dengan mengerahkan dua alat berat.

“Untuk pembangunan nanti, masyarakat juga siap membantu. Ada dua alat berat yang siap dikerahkan untuk membantu proses pembangunan,” ungkapnya.

Konflik Agraria di Kaltara Mengkhawatirkan, AMAN Bulungan Dorong Kolaborasi Strategis

Bagi Hendrawan, dukungan tersebut menunjukkan kebutuhan gedung sekolah bukan sekadar agenda pemerintah. Masyarakat telah menyiapkan lahan dan sumber daya awal, sehingga pemerintah diminta memastikan proses perencanaan segera bergerak ke pekerjaan fisik.

Ia berharap Pemkab Nunukan tidak hanya memasukkan pembangunan SMPN 1 Lumbis Pansiangan ke dalam dokumen anggaran, tetapi segera menyelesaikan tahapan teknis agar pembangunan benar-benar terealisasi pada 2027.

“Masyarakat sudah menyiapkan lahan dan bahkan siap membantu alat. Tinggal bagaimana pemerintah mempercepat prosesnya,” pungkasnya. (ryn)

× Advertisement
× Advertisement