KALTARABULUNGANPENDIDIKAN

Pramuka dan RKAS, Dua Jalan Disdik Bulungan Perkuat Mutu Pendidikan

TANJUNG SELOR – Pendidikan karakter dan tata kelola anggaran sekolah berjalan beriringan di Kabupaten Bulungan. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bulungan mendorong penguatan karakter siswa melalui keikutsertaan dalam Jambore Nasional di Cibubur, sekaligus memperketat pendampingan pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Kepala Seksi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter (PDPK) Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Disdikbud Bulungan Syahrial menyebutkan, sebanyak 32 siswa terbaik Bulungan dikirim mengikuti Jambore Nasional di Cibubur, Jakarta. Mereka terbagi dalam empat regu, terdiri atas dua regu putra dan dua regu putri.

Peserta merupakan siswa berprestasi hasil seleksi Lomba Tingkat (LT) yang telah memenuhi kualifikasi kepramukaan Ramu, Rakit, dan Terap. Mereka berasal dari sejumlah kecamatan, antara lain Tanjung Palas Timur, Bunyu, Tanjung Palas Utara, Tanjung Selor, Tanjung Palas Tengah, hingga Pesut.

“Kontingen Bulungan terdiri dari 32 peserta yang terbagi ke dalam empat regu, yakni dua regu putra dan dua regu putri. Mereka merupakan siswa-siswi pilihan yang berprestasi dari hasil seleksi Lomba Tingkat (LT),” kata Syahrial.

Kegiatan yang berada di bawah naungan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Bulungan itu berlangsung di Bumi Perkemahan Cibubur hingga 22 Agustus. Fasilitas dan pembiayaan peserta ditanggung penyelenggara dan pemerintah. Kontribusi orang tua maupun masyarakat tetap diperbolehkan secara sukarela.

Di sisi lain, Disdikbud Bulungan mengarahkan sekolah lebih cermat menggunakan BOS Penyelenggaraan Pendidikan (BOSPE) dan BOS Daerah (BOSDA). Pendampingan penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Sekolah (RKAS) dilakukan agar anggaran tidak sekadar terserap, tetapi digunakan untuk memperbaiki mutu pendidikan.

Syahrial meminta sekolah menjadikan Rapor Pendidikan sebagai pijakan dalam menyusun RKAS. Indikator yang masih berada pada kategori merah harus ditempatkan sebagai prioritas, termasuk peningkatan kapasitas guru dan penguatan Komunitas Belajar (Kombel).

“Kami mengarahkan pihak sekolah untuk mengacu pada Rapor Pendidikan masing-masing. Indikator yang masih bernilai merah harus menjadi prioritas utama pembenahan,” ujarnya.

Penggunaan anggaran, kata dia, juga harus mengikuti Standar Harga Satuan (SHS) daerah dan petunjuk teknis dari pemerintah pusat maupun daerah. Kepatuhan terhadap aturan dinilai penting untuk menjaga transparansi sekaligus mencegah temuan audit dan teguran Inspektorat.

Dengan dua pendekatan tersebut, Disdikbud Bulungan berupaya menempatkan pembangunan karakter siswa dan akuntabilitas pengelolaan anggaran sebagai bagian dari upaya yang sama, memastikan peningkatan mutu pendidikan berlangsung di ruang kelas sekaligus dalam tata kelola sekolah. (rwk)

Back to top button