TARAKAN – Polri menyiapkan operasi khusus untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai Agustus. Namun di Tarakan, dukungan tersebut belum berujung pada pembentukan satuan tugas (Satgas) khusus karena kebakaran dinilai masih dapat ditangani melalui koordinasi lintas instansi.
Kapolres Tarakan AKBP Bonifasius Rumbewas mengatakan, operasi khusus itu merupakan tindak lanjut arahan Kapolri agar penanganan karhutla dilakukan secara maksimal. Dukungan berupa anggaran, peralatan, dan personel telah disiapkan untuk menyesuaikan kebutuhan masing-masing wilayah.
“Dari Polri sendiri sudah ditekankan oleh Kapolri untuk akan mendukung kegiatan ini dalam bentuk operasi, sehingga tentunya untuk dukungan anggaran, untuk perlengkapan dan untuk personel itu sudah disiapkan,” kata Bonifasius.
Menurut dia, penanganan karhutla tetap membutuhkan kerja bersama antara kepolisian, pemerintah daerah, TNI, BPBD, pemadam kebakaran, dan masyarakat. Di Tarakan, Polres telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Tarakan, BPBD, serta unsur pemadam kebakaran untuk mempercepat penyampaian informasi dan penanganan titik api.
Boni, sapaan akrabnya, menilai, koordinasi tersebut perlu diperkuat melalui forum khusus. Forum itu dapat menjadi ruang untuk membaca perkembangan karhutla sekaligus menentukan langkah yang harus diambil jika situasi memburuk.
“Penanganan di masing-masing wilayah itu berbeda. Sampai sejauh ini titik kebakaran yang ada di Tarakan ini masih bisa dilakukan dalam satu wadah koordinasi,” ujarnya.
Karena itu, Polres Tarakan belum melihat kebutuhan mendesak untuk membentuk Satgas khusus. Komunikasi sementara dilakukan melalui satu forum grup. Setiap laporan titik kebakaran diteruskan kepada pihak terkait untuk ditangani bersama.
Namun opsi pembentukan Satgas tetap terbuka. Jika intensitas kebakaran meningkat atau pola penanganan membutuhkan struktur yang lebih terarah, Satgas dapat dibentuk untuk menyinkronkan tugas masing-masing instansi.
“Kalau misalkan ke depannya perlu untuk dibentuk Satgas, mungkin akan kita bentuk Satgas untuk menyinkronkan kegiatan kita ini, dalam hal penanganan kebakaran itu,” kata Boni. (rz)