KALTARABULUNGAN

Karhutla Selimau Tembus 2.639 Hektare, Tim Gabungan Dikerahkan

TANJUNG SELOR – Kobaran api tak lagi sekadar mengancam semak belukar. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Selimau, Kalimantan Utara (Kaltara), telah melahap 2.639,99 hektare kawasan. Api merambah berbagai fungsi lahan, mulai hutan produksi, hutan lindung, hingga Areal Penggunaan Lain (APL).

Besarnya luasan terdampak membuat Gubernur Kaltara Zainal A. Paliwang turun langsung ke lokasi. Ia memimpin penanganan darurat sekaligus memastikan upaya pemadaman dilakukan secara masif. BNPB, BPBD Provinsi Kaltara, BPBD kabupaten, serta unsur TNI-Polri dikerahkan untuk menjinakkan kobaran api dan mencegah rambatan ke kawasan lainnya.

“Pemprov terus bersinergi. Gotong royong seluruh pihak terus kita tingkatkan untuk mengendalikan kebakaran serta mencegah meluasnya dampak karhutla,” tegas Zainal saat memimpin pemadaman di lokasi kejadian.

Menurutnya, penanganan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan petugas di lapangan. Kesadaran masyarakat juga menjadi kunci untuk mencegah munculnya titik api baru, terutama di tengah kondisi cuaca yang rawan memicu kebakaran.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Kami juga telah memberikan anggaran untuk kesiapsiagaan BPBD dan itu berhasil membantu penanganan karhutla ini,” ujarnya.

Zainal juga mengingatkan masyarakat maupun pihak lain agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Kebiasaan tersebut dinilai berisiko memperluas kebakaran, terlebih ketika kondisi lahan dan cuaca mendukung penyebaran api.

“Jangan membakar lahan. Dampaknya bukan hanya merusak ekosistem, tetapi juga membahayakan keselamatan serta masa depan warga,” tegasnya.

Hingga kini, tim gabungan masih disiagakan di sejumlah titik. Selain pemadaman, petugas melakukan pembasahan pada area yang dinilai rawan untuk mencegah api kembali muncul dan mengantisipasi terbentuknya titik panas baru akibat cuaca ekstrem. (rk)

Back to top button