NUNUKAN – Kucing Merah lebih dulu menjadi objek pencarian sebelum menjadi maskot. Satwa langka Kalimantan itu baru kembali ditemukan setelah sekitar dua dekade, dan kini wajahnya dipakai sebagai maskot Porprov Kaltara 2026.
Kepala Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM) Seno Pramudito mengatakan, keberadaan Kucing Merah (Catopuma badia) diketahui melalui kamera pemantau yang dipasang di habitatnya. Hingga kini, baru dua individu yang berhasil ditemukan di wilayah Kalimantan Utara (Kaltara).
“Ini hasil kerja keras teman-teman di lapangan,” kata Seno seusai menyerahkan piagam penghargaan kepada 10 media di Nunukan atas publikasi mengenai TNKM, di Syan Cafe, Jumat (18/9/2026).
Dua Kucing Merah tersebut ditemukan di lokasi berbeda. Satu berada di Bahau Ulu, Kabupaten Malinau, dan satu lainnya ditemukan di kawasan TNKM, Kabupaten Nunukan.
Temuan itu belum cukup untuk menggambarkan jumlah populasi Kucing Merah di alam. Menurut Seno, diperlukan metode survei tertentu untuk mengetahui jumlahnya secara lebih pasti.
“Untuk jumlah habitatnya ini belum dapat diketahui secara pasti, karena harus ada metode yang dilakukan jika ingin mengetahui secara pasti jumlahnya. Yang jelas ada dua ekor Kucing Merah yang sudah ditemukan,” ujarnya.
Kucing Merah merupakan kucing liar endemik Kalimantan. Satwa ini dikenal sulit dijumpai di alam dan lebih banyak diketahui keberadaannya melalui kamera jebak. Warna tubuhnya didominasi merah kecokelatan, dengan ukuran lebih kecil dibanding sejumlah jenis kucing liar lainnya.
Keberadaannya juga menjadi perhatian konservasi karena habitatnya terbatas dan populasinya di alam belum diketahui secara pasti. Karena itu, pemasangan kamera pemantau menjadi salah satu cara penting untuk mengetahui keberadaan dan persebarannya.
“Hewan ini memang langka dan bisa dikatakan rawan punah. Hewan ini memang cukup menjadi pantauan. Hewan ditemukan melalui kamera pemantau yang sengaja dipasang,” kata Seno.
Kini Kucing Merah memperoleh panggung yang berbeda. Satwa yang selama ini lebih sering hadir di layar kamera pemantau itu dipilih melalui lomba sebagai maskot Porprov Kaltara 2026.
Dari hutan yang sulit ditembus ke panggung olahraga, Kucing Merah membawa satu persoalan yang tak ikut hilang bersama popularitas maskotnya: keberadaannya di alam masih perlu dicari, dipantau, dan dilindungi. (ryn)

