TANJUNG SELOR – Alat untuk mengukur tumbuh kembang anak di Kabupaten Tana Tidung (KTT) baru masuk pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2026. Padahal, alat antropometri menjadi instrumen penting untuk memastikan deteksi stunting di tingkat posyandu dan puskesmas berjalan akurat.
Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Utara (Kaltara), Dr Usman, SKM, M.Kes mengatakan, kebutuhan alat antropometri kit untuk KTT akan dibahas melalui APBD Perubahan.
Menurut dia, mekanisme penyaluran bantuan ke kabupaten harus disesuaikan terlebih dahulu dengan nomenklatur anggaran agar dapat diberikan dalam bentuk bantuan keuangan antarpemerintahan.
โPrinsipnya bisa kita bahas di anggaran perubahan. Kami sinergikan agar dari sisi nomenklatur tepat sebagai bantuan ke kabupaten,โ ujar Usman, Selasa (29/9/2026).
Alat antropometri yang dibutuhkan di antaranya timbangan digital, alat ukur panjang atau tinggi badan, serta pita pengukur lingkar lengan atas. Peralatan tersebut digunakan untuk memantau pertumbuhan anak sekaligus mendukung deteksi dini masalah gizi.
Karena itu, waktu pengadaan menjadi perhatian. Kebutuhan alat tersebut baru masuk pembahasan ketika tahun anggaran 2026 telah memasuki penghujung tahun. Setelah anggaran tersedia, masih terdapat tahapan pengadaan hingga distribusi ke fasilitas pelayanan kesehatan.
Usman memastikan sisa waktu tahun anggaran masih memungkinkan untuk menyelesaikan seluruh proses tersebut.
โKami akan mengklaim bahwa rentang waktu yang tersisa dalam tahun anggaran berjalan masih mencukupi untuk mengejar proses lelang dan distribusi. Dari sisi waktu pengadaannya memadai,โ tegasnya.
Dengan demikian, perhatian berikutnya bukan lagi pada pembahasan nomenklatur anggaran, melainkan realisasi pengadaan di lapangan. Terlebih, alat antropometri menjadi bagian dari instrumen pengukuran yang digunakan tenaga kesehatan dalam memantau kondisi pertumbuhan anak.
Pengadaan yang terlambat berpotensi membuat fasilitas kesehatan harus menunggu lebih lama untuk memperoleh peralatan yang dibutuhkan.
Pada saat yang sama, pemerintah daerah tengah menjalankan berbagai upaya percepatan penanganan stunting dan perbaikan kesehatan ibu serta anak.
Realisasi pengadaan hingga distribusi alat tersebut pun akan menjadi pembuktian atas klaim bahwa waktu yang tersisa pada 2026 masih mencukupi. (rk)


