Bukan Sekadar Adu Bidik, Sumpit Dayak Jadi Jembatan Polisi dan Warga

Bukan Sekadar Adu Bidik, Sumpit Dayak Jadi Jembatan Polisi dan Warga

BULUNGAN — Olahraga sumpit tradisional Dayak menjadi ruang pertemuan antara kepolisian, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh adat, dan masyarakat di Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara). Kegiatan ini tak sekadar menguji ketepatan membidik, tetapi juga membuka ruang kebersamaan melalui pelestarian budaya lokal.

Presiden Majelis Adat Dayak Nasional (MADN), Marthin Billa menilai, keterlibatan aparat dalam kegiatan kebudayaan memiliki nilai positif untuk mempererat hubungan dengan masyarakat.
Mantan Bupati Malinau dua periode itu mengapresiasi sinergi yang terbangun melalui kegiatan olahraga tradisional tersebut. Menurut dia, kebersamaan dalam kegiatan semacam ini dapat memperkuat silaturahmi antarelemen masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan sebuah ajang yang sangat besar manfaatnya. Pertama, untuk mempererat silaturahmi, memperkuat kebersamaan antara seluruh tokoh, Forkopimda, Polri, dan masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, Polri menunjukkan wujud kebersamaan yang nyata bersama masyarakat,” ujar Marthin Billa.

Sumpit merupakan salah satu warisan tradisi masyarakat Dayak yang tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar tetap dikenal oleh generasi berikutnya.

Kehadiran unsur kepolisian dalam kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk interaksi di luar tugas penegakan hukum. Pendekatan melalui kebudayaan diharapkan dapat memperkuat hubungan antara aparat dan masyarakat.

Namun, kedekatan itu tidak cukup dibangun melalui kegiatan seremonial. Sikap humanis, kemampuan mengayomi, dan kualitas pelayanan tetap menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.

Marthin juga menekankan pentingnya profesionalisme anggota Polri, mulai dari tingkat Tamtama, Bintara, hingga Perwira. Pembinaan karier dan kesempatan mengikuti pendidikan lanjutan dinilai perlu terus didorong untuk mendukung peningkatan kapasitas personel.

Ia berharap anggota kepolisian dapat terus menjaga citra institusi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Diharapkan para anggota polisi terus mengakomodir warga dan menjaga citra institusi dengan baik, mulai dari Tamtama, Bintara, hingga Perwira, demi mewujudkan Kepolisian Republik Indonesia yang profesional,” pungkasnya. (rk)

Artikel Terkait