Hujan Perparah Jalan Krayan, Distribusi Barang Terancam Terhambat Jelang Nataru

Hujan Perparah Jalan Krayan, Distribusi Barang Terancam Terhambat Jelang Nataru

NUNUKAN – Hujan yang mengguyur wilayah Krayan dalam beberapa hari terakhir memperparah kerusakan jalan lingkar Krayan, khususnya ruas Long Layu–Lembudud. Sedikitnya 10 titik mengalami kerusakan parah dan terancam tidak bisa dilalui kendaraan roda empat jika hujan terus berlanjut.

Camat Krayan Selatan, Oktavianus Ramli, mengatakan kondisi jalan semakin mengkhawatirkan karena intensitas hujan yang tinggi. Kerusakan tersebut berpotensi menghambat mobilitas warga dan distribusi kebutuhan pokok, terutama menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).

“Ada 10 titik jalan rusak sangat parah. Hujan beberapa hari dalam minggu ini mengakibatkan sejumlah titik di jalan lingkar Krayan, ruas Long Layu–Lembudud, mengalami kerusakan parah,” ungkap Oktavianus, Kamis (29/10/2026).

Ruas Long Layu–Lembudud merupakan jalur penting yang menghubungkan wilayah Krayan Barat, Krayan Selatan, dan Krayan Tengah. Jalan ini menjadi akses utama masyarakat untuk bepergian maupun mengangkut barang kebutuhan sehari-hari.

Jika kerusakan semakin parah, dampaknya tidak hanya dirasakan pengguna jalan. Distribusi logistik ke wilayah Krayan juga berisiko tersendat, terlebih saat kebutuhan masyarakat meningkat menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.

Oktavianus khawatir, apabila hujan terus mengguyur selama beberapa pekan ke depan, kendaraan roda empat tidak lagi mampu melintasi sejumlah titik yang rusak. Kondisi itu bisa membatasi akses transportasi warga di kawasan perbatasan.

“Kalau hujan terus beberapa minggu ke depan, mobil tidak bisa melintas. Dikhawatirkan menjelang Natal dan Tahun Baru, mobilisasi barang dan orang terganggu,” tegasnya.

Dengan kondisi tersebut, kerusakan jalan Long Layu–Lembudud menjadi persoalan yang perlu segera diantisipasi. Jika tidak ditangani sebelum Nataru, warga Krayan berisiko menghadapi hambatan perjalanan dan keterlambatan pasokan kebutuhan pokok saat aktivitas masyarakat meningkat.

Terlebih, curah hujan yang masih berlanjut berpotensi memperluas kerusakan dan membuat akses kendaraan semakin sulit dilalui. (ryn)

Artikel Terkait