TANJUNG SELOR – Jumlah penduduk di Kabupaten Bulungan terus menunjukkan tren peningkatan signifikan.
Berdasarkan data terbaru, total populasi kini mencapai 173.688 jiwa dengan laju pertumbuhan sebesar 3,13 persen per tahun.
Angka ini mencerminkan pesatnya dinamika perkembangan daerah, seiring meningkatnya aktivitas ekonomi dan pembangunan infrastruktur.
Bupati Bulungan, Syarwani mengungkapkan, komposisi penduduk saat ini terdiri dari 91.586 jiwa laki-laki dan 82.102 jiwa perempuan. Ia menegaskan, data kependudukan tersebut bukan sekadar statistik, melainkan fondasi utama dalam merumuskan arah kebijakan pembangunan ke depan.
“Komposisi dan pertumbuhan penduduk ini sangat penting sebagai dasar perencanaan pembangunan, baik dalam sektor pendidikan, kesehatan, hingga infrastruktur,” ujarnya, Selasa (14/04/2026).
Ia menjelaskan, sebaran penduduk di Bulungan masih terkonsentrasi di wilayah perkotaan. Kecamatan Tanjung Selor menjadi daerah dengan jumlah penduduk terbanyak, mencapai 69.515 jiwa. Hal ini tidak terlepas dari perannya sebagai pusat pemerintahan sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi.
“Tanjung Selor menjadi magnet bagi masyarakat untuk mencari pekerjaan dan akses layanan publik, sehingga kepadatan penduduk di wilayah ini cukup tinggi dibanding kecamatan lainnya,” jelasnya.
Sementara itu, kecamatan lain memiliki jumlah penduduk yang relatif lebih merata. Kecamatan Tanjung Palas Timur tercatat berpenduduk 21.530 jiwa, disusul Tanjung Palas sebanyak 16.632 jiwa.
Kemudian Bunyu dengan 12.106 jiwa, Sekatak 12.590 jiwa, Tanjung Palas Tengah 12.389 jiwa, serta Tanjung Palas Utara sebanyak 11.961 jiwa.
Di sisi lain, wilayah dengan jumlah penduduk paling sedikit berada di kawasan pedalaman, yakni Kecamatan Peso dengan 4.259 jiwa dan Peso Hilir sebanyak 4.158 jiwa. Rendahnya jumlah penduduk di dua wilayah ini dipengaruhi faktor geografis serta keterbatasan akses infrastruktur.
Menurut Syarwani, kondisi persebaran penduduk ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pemerintah daerah. Konsentrasi penduduk di wilayah tertentu dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, namun juga berpotensi menimbulkan ketimpangan pembangunan jika tidak diantisipasi secara tepat.
“Data ini menjadi pijakan penting untuk memastikan pembangunan berjalan merata. Pemerintah harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat, baik di wilayah padat maupun daerah yang masih minim penduduk,” tegasnya.
Ia menambahkan, tingginya laju pertumbuhan penduduk harus diimbangi dengan peningkatan kualitas layanan dasar, seperti pendidikan, kesehatan, perumahan, serta penyediaan lapangan kerja. Tanpa perencanaan matang, lonjakan jumlah penduduk berisiko memunculkan persoalan sosial baru.
Ke depan, Pemkab Bulungan berkomitmen mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Pemerataan infrastruktur serta peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi fokus utama agar seluruh masyarakat dapat merasakan manfaat pembangunan secara adil.
“Pertumbuhan penduduk harus menjadi kekuatan, bukan beban. Karena itu, kami akan terus mengupayakan kebijakan yang tepat agar kesejahteraan masyarakat meningkat secara merata,” pungkasnya. (rm)


