KALTARANUNUKAN

TNI AL Sigap Evakuasi Perahu Tenggelam di Perairan Sebatik, Muatan Logistik Berhasil Diamankan

NUNUKAN – Respons cepat dan kepedulian tinggi kembali ditunjukkan prajurit TNI Angkatan Laut di wilayah perbatasan.

Prajurit Posal Sei Pancang bersama Prajurit KRI Lumba-Lumba-881 bergerak cepat mengevakuasi perahu warga yang mengalami musibah tenggelam di perairan Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Jumat (17/3/2026) pukul 13.00 WITA.

Perahu jenis kayu bernama Harapan Jaya berukuran 5 GT tersebut diketahui milik Sanu, seorang wiraswasta asal Desa Sei Pancang, Kecamatan Sebatik Utara.

Saat kejadian, perahu membawa muatan logistik berupa 1.400 pack beras dan 600 pack air mineral dari Tawau, Malaysia menuju Sebatik, Indonesia.

Komandan Lanal Nunukan Kolonel Laut (P) Slamet Ariyadi, SE., M.Tr.Opsla menegaskan, aksi cepat prajurit merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat maritim.

“Prajurit Posal Sei Pancang bersama Prajurit KRI Lumba-Lumba-881 menunjukkan respon cepat dan kepedulian tinggi terhadap masyarakat maritim dengan melaksanakan evakuasi perahu warga yang mengalami musibah tenggelam di perairan Sebatik,” ujarnya.

Peristiwa bermula pada Kamis (16/3/2026) sekitar pukul 20.00 WITA saat perahu berada di perairan Sungai Melayu, wilayah Malaysia. Mesin perahu dilaporkan mengalami gangguan yang kemudian diikuti kebocoran pada lambung.

Motoris sempat berupaya mengatasi dengan memompa air menggunakan mesin alkon, namun debit air yang masuk tidak mampu diimbangi.

Sekitar pukul 21.15 WITA, rekan motoris tiba di lokasi dan segera mengevakuasi Sanu guna menghindari risiko korban jiwa. Tak lama kemudian, perahu dinyatakan tenggelam dan hanyut terbawa arus laut.
Upaya pencarian sempat dilakukan selama beberapa jam, namun belum membuahkan hasil.

Keesokan harinya, Jumat (17/3/2026) sekitar pukul 10.15 WITA, personel KRI Lumba-Lumba-881 menemukan objek perahu mengapung di sekitar Dermaga Posal Sei Pancang pada koordinat 4°10′38.74″ LU dan 117°54′35.87″ BT. Informasi tersebut langsung ditindaklanjuti oleh Posal Sei Pancang.

Danposal Sei Pancang kemudian berkoordinasi dengan pemilik perahu dan masyarakat setempat. Bersama prajurit KRI Lumba-Lumba-881 dan warga, proses evakuasi dilakukan secara gotong royong hingga perahu berhasil diamankan.

Dari hasil analisa sementara, kata Slamet Ariyadi, tenggelamnya perahu diduga akibat faktor teknis berupa kerusakan mesin yang diikuti kebocoran lambung. “Selain itu, muatan yang cukup besar juga dinilai mempengaruhi stabilitas perahu sehingga mempercepat proses tenggelam saat kondisi darurat,” jelasnya.

Melalui kejadian ini, Lanal Nunukan kembali menegaskan komitmennya dalam menjalankan tugas kemanusiaan, khususnya membantu masyarakat pesisir dan menjaga keselamatan di wilayah perairan perbatasan.

Kehadiran prajurit TNI AL di tengah masyarakat pun menjadi bukti nyata peran aktif dalam memberikan perlindungan dan bantuan di situasi darurat. (sym)

Show More
Back to top button