Polisi Perketat Pengawasan Selumit Timbunan
TARAKAN – Kawasan Selumit Timbunan yang selama ini dikenal sebagai salah satu titik rawan peredaran narkotika kembali menjadi perhatian aparat kepolisian. Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Tarakan terus meningkatkan patroli dan razia guna memastikan wilayah tersebut bebas dari aktivitas transaksi sabu.
Upaya pemberantasan narkotika di kawasan Selumit Timbunan RT 12, Kelurahan Selumit Pantai, dilakukan secara rutin dan intensif. Polisi menegaskan pengawasan akan terus diperkuat, terutama setelah adanya laporan masyarakat terkait dugaan aktivitas peredaran narkoba.
Kapolres Tarakan AKBP Erwin Syaputra Manik melalui Kasat Resnarkoba Iptu Hendra Tri Susilo mengatakan, setiap informasi yang diterima dari warga langsung ditindaklanjuti oleh petugas di lapangan.
“Setiap ada informasi dari masyarakat pasti kami tindak lanjuti. Anggota juga rutin turun melakukan pengecekan di lokasi. Patroli dan razia dilakukan untuk memastikan wilayah tersebut tidak lagi menjadi tempat peredaran narkoba,” ujar Hendra.
Meski patroli terus dilakukan, hingga kini polisi belum menemukan barang bukti narkotika di lokasi tersebut. Namun demikian, pengawasan dipastikan tetap berjalan secara berkala.
“Sampai saat ini belum ditemukan adanya barang bukti narkotika. Tapi, pengawasan dan pengecekan akan terus kami lakukan,” lanjutnya.
Selumit Timbunan sendiri sudah lama menjadi perhatian karena kerap dikaitkan dengan aktivitas peredaran narkoba. Dalam sejumlah operasi sebelumnya, aparat menemukan berbagai modus transaksi tersembunyi, termasuk pemanfaatan lubang-lubang di bawah rumah warga maupun di sela permukiman padat.
Dalam patroli terbaru, polisi kembali menemukan sejumlah lubang yang diduga digunakan sebagai sarana transaksi narkotika. Lubang tersebut langsung dibongkar dan ditutup agar tidak lagi dimanfaatkan oleh pelaku.
“Lubang yang diduga digunakan pelaku peredaran narkoba langsung kita bongkar dan tutup supaya tidak lagi digunakan untuk transaksi narkotika,” tegas Hendra.
Selain penindakan, Polres Tarakan juga mengedepankan pendekatan persuasif dengan mengajak masyarakat ikut menjaga lingkungan agar tetap aman dan bebas dari narkoba. Warga diharapkan tidak memberi ruang bagi aktivitas peredaran barang haram tersebut.
Hendra menambahkan, pemerintah bersama aparat sebelumnya telah membangun kampung tematik di kawasan itu sebagai bagian dari upaya perubahan sosial sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.
“Jangan sampai wilayah ini kembali dikenal karena narkoba. Kampung tematik yang sudah dibangun harus dijaga dan dimanfaatkan bersama supaya masyarakat punya kegiatan dan penghasilan yang positif,” katanya.
Berbagai program pembinaan sosial, termasuk kegiatan untuk anak-anak pesisir, juga terus dilakukan dalam beberapa tahun terakhir. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi pengaruh narkotika terhadap generasi muda sekaligus perlahan menghapus stigma negatif yang selama ini melekat pada kawasan tersebut.
Polres Tarakan menilai sinergi antara patroli rutin, penindakan tegas, dan keterlibatan masyarakat menjadi kunci menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.
“Peredaran narkoba harus benar-benar hilang dari wilayah ini supaya ke depan kawasan tersebut memiliki citra yang lebih baik untuk generasi muda,” tutup Hendra. (rz)

