KALTARANUNUKAN

Karhutla Nunukan Bakar 78 Hektare, Awal Mei Paling Mengkhawatirkan

NUNUKAN – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Nunukan, mulai menunjukkan pola yang perlu diwaspadai. Dalam 32 kejadian sepanjang Januari hingga pertengahan Mei 2026, api melahap sedikitnya 78 hektare lahan.

Kepala Sub Bidang Penyelamatan BPBD Nunukan Hasanuddin mengatakan, Nunukan Selatan menjadi wilayah dengan kejadian karhutla terbanyak. Dari total kasus yang tercatat, 23 kejadian terjadi di wilayah tersebut.

“Dari data yang kami rekap, ada 32 kejadian Karhutla dengan total luas lahan yang terbakar mencapai 78 hektare,” ujar Hasanuddin, Selasa (25/8/2026).

Selain Nunukan Selatan, lima kejadian tercatat di Sebatik dan Sebatik Barat, tiga kejadian di Nunukan, serta satu kejadian di Sembakung. Kebakaran tidak seluruhnya terjadi di lahan kosong. Sekitar 20 kejadian berlangsung di area kombinasi hutan dan lahan, sedangkan 11 lainnya terjadi di lahan kosong.

Luas area yang terbakar mulai membesar pada Maret. Salah satu kejadian terbesar terjadi di Desa Binusan pada 9 Maret, dengan luas lahan terbakar sekitar 9,5 hektare.
Ancaman kemudian meningkat pada awal Mei. Pada 7 dan 8 Mei, masing-masing sekitar 10 hektare lahan di kawasan Tanjung Harapan terbakar. Empat hari kemudian, sekitar delapan hektare lahan di Kelurahan Mansapa turut dilalap api.

“Di awal Mei itu memang terlihat ada kejadian dengan luasan yang cukup besar. Ini menjadi bagian yang perlu kita waspadai,” kata Hasanuddin.

Menurut dia, data tersebut menjadi bahan evaluasi BPBD untuk memperkuat kesiapsiagaan, terutama di wilayah yang memiliki riwayat karhutla. Upaya penanganan, kata Hasanuddin, tidak semestinya baru dilakukan setelah api membesar.

Masyarakat juga diminta mengambil peran dalam mencegah kebakaran. Pencegahan sejak awal dinilai penting untuk menekan risiko kebakaran meluas, terutama di wilayah yang berulang kali menjadi lokasi karhutla. (ryn)

Back to top button