KALTARATARAKAN

Longsor Tutup Akses Utama, Lumpuh Total Tiga Jam

TARAKAN – Tanah longsor yang terjadi pada Rabu dini hari (3/6/2026) sempat melumpuhkan akses utama warga di Jalan Rimba Raya RT 03, Kelurahan Juata Kerikil, Kecamatan Tarakan Utara. Material longsoran sepanjang 20 hingga 30 meter menutup seluruh badan jalan dan menyebabkan arus lalu lintas terhenti total selama lebih dari tiga jam sebelum berhasil dibersihkan oleh tim gabungan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tarakan, Yonsep mengatakan, pihaknya menerima laporan kejadian sekitar pukul 02.00 Wita dan langsung mengerahkan personel ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat.

“Kami menerima laporan sekitar pukul 02.00 Wita bahwa terjadi tanah longsor yang menutupi jalan raya. Tim langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan penanganan,” ujarnya.

Material tanah yang menutup badan jalan sepanjang kurang lebih 20 hingga 30 meter membuat kendaraan tidak dapat melintas sama sekali. Padahal, ruas jalan tersebut merupakan akses utama masyarakat di kawasan Juata Kerikil.

“Jalan sempat tertutup total. Kalau melihat panjang material longsoran, kurang lebih sekitar 20 sampai 30 meter,” kata Yonsep.

Untuk mempercepat pembukaan akses, BPBD Tarakan berkoordinasi dengan sejumlah instansi. Pembersihan material longsor dilakukan menggunakan alat berat dengan dukungan suplai air dari PDAM serta tenaga teknis dari Dinas Pekerjaan Umum (PU).

“Kami berkoordinasi dengan berbagai pihak dan dibantu alat berat. Sekitar 20 tenaga teknis dari PU juga ikut membantu di lapangan,” ungkapnya.

Dalam operasi tersebut, BPBD menurunkan sekitar 20 hingga 27 personel dan mengerahkan seluruh armada yang tersedia, mulai dari kendaraan serbaguna, fire truck hingga dua unit pikap.

Proses pembersihan berlangsung lebih dari tiga jam. Selama penanganan berlangsung, akses jalan tidak dapat digunakan sehingga aktivitas warga dan lalu lintas di kawasan tersebut sempat terganggu.

“Penanganan berlangsung lebih dari tiga jam. Saat pembersihan dilakukan, akses jalan memang tidak bisa dilalui sehingga aktivitas masyarakat sempat terganggu,” tuturnya.

Setelah material longsor berhasil disingkirkan, akses Jalan Rimba Raya kembali dibuka dan dapat dilalui kendaraan. Personel BPBD kemudian bergerak ke lokasi lain untuk menangani pohon tumbang akibat cuaca ekstrem.

“Sekarang jalan sudah bisa dilalui kembali. Penanganan hampir selesai, kemudian personel bergerak menangani pohon tumbang di lokasi lain,” katanya.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerugian material, BPBD mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan longsor susulan. Kondisi lereng di sekitar lokasi dinilai masih labil, terutama jika hujan deras kembali mengguyur wilayah tersebut.

“Pemilik lahan kami arahkan untuk memasang penahan sementara pada bagian lereng agar dapat memperlambat pergerakan tanah,” jelas Yonsep.

Selain menangani longsor, BPBD Tarakan juga merespons dua kejadian pohon tumbang di wilayah Juata Kerikil dan sekitar Jalan Jagung akibat hujan disertai angin kencang.
“Pohon tumbang ada dua titik dan saat ini juga sedang kami tangani karena menutup akses jalan serta membahayakan pengguna jalan,” ujarnya.

BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang masih berpotensi terjadi, terutama saat hujan deras dan angin kencang pada malam hingga dini hari.

“Kalau hujan deras disertai angin kencang, sebaiknya masyarakat menunda perjalanan sampai kondisi lebih aman. Banyak pohon yang berpotensi roboh,” pungkasnya. (rz)

Back to top button