Angka Pengangguran Turun, Pemkab Bulungan Fokus Tingkatkan Kualitas SDM
TANJUNG SELOR – Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Bulungan terus menunjukkan tren penurunan dalam empat tahun terakhir. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Bulungan, angka pengangguran pada Agustus 2025 tercatat sebesar 4,14 persen, menjadi yang terendah sejak 2022.
Bupati Bulungan, Syarwani menilai capaian tersebut mencerminkan membaiknya kondisi pasar kerja dan meningkatnya aktivitas ekonomi di daerah. “Penurunan TPT dari tahun ke tahun menjadi indikator positif bahwa pembangunan daerah mulai memberikan dampak terhadap peningkatan kesempatan kerja bagi masyarakat,” ungkap Syarwani Minggu (14/06/26).
Data BPS menunjukkan TPT Bulungan pada Agustus 2022 berada di angka 5,03 persen. Angka tersebut kemudian turun menjadi 4,54 persen pada 2023, kembali menurun menjadi 4,33 persen pada 2024, dan mencapai 4,14 persen pada 2025.
Selain angka pengangguran yang terus menurun, partisipasi masyarakat dalam dunia kerja juga mengalami peningkatan. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Bulungan pada Agustus 2025 tercatat sebesar 72,96 persen atau naik 1,07 poin dibandingkan tahun sebelumnya.
“Peningkatan TPAK menunjukkan semakin banyak masyarakat yang masuk ke pasar kerja, baik yang telah bekerja maupun yang sedang mencari pekerjaan,” jelasnya.
Dari sisi lapangan usaha, sektor jasa masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di Bulungan dengan kontribusi 48,74 persen. Posisi berikutnya ditempati sektor pertanian sebesar 29,95 persen dan sektor industri/manufaktur sebesar 21,31 persen.
Menurut Syarwani, dominasi sektor jasa menunjukkan struktur ekonomi daerah yang semakin berkembang dan mampu menciptakan peluang kerja baru. Meski demikian, sektor pertanian dan manufaktur tetap memiliki peran penting dalam menopang perekonomian daerah.
“Sektor jasa menjadi penyerap tenaga kerja terbesar saat ini. Namun sektor pertanian dan manufaktur tetap strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Bulungan,” katanya.
Di balik capaian tersebut, Pemkab Bulungan masih menghadapi tantangan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Data BPS mencatat tenaga kerja dengan tingkat pendidikan SD ke bawah masih mendominasi pasar kerja dengan persentase 29,79 persen. Sementara tenaga kerja lulusan Diploma I, II, dan III hanya mencapai 3,56 persen dari total penduduk yang bekerja.
“Kualitas SDM harus terus ditingkatkan agar tenaga kerja lokal mampu bersaing dan memenuhi kebutuhan dunia usaha maupun industri yang terus berkembang,” tegasnya.
Untuk itu, Pemkab Bulungan berharap investasi yang masuk dapat memberikan dampak langsung terhadap penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat lokal. Pemerintah daerah juga mendorong perusahaan yang beroperasi di Bulungan untuk memprioritaskan tenaga kerja lokal sesuai kompetensi yang dibutuhkan.
“Kami berharap angka pengangguran terbuka dapat terus ditekan. Investasi yang masuk harus mampu menyerap tenaga kerja lokal secara maksimal,” ujarnya.
Pemkab Bulungan optimistis tren penurunan pengangguran akan terus berlanjut seiring meningkatnya investasi, pembangunan infrastruktur, serta pengembangan berbagai sektor ekonomi produktif.
“Tujuan akhirnya bukan hanya menurunkan angka pengangguran, tetapi memastikan masyarakat memperoleh pekerjaan yang layak, produktif, dan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga,” tutup Syarwani. (rm)

