TANJUNG SELOR – Pemerintah Kabupaten Bulungan memperkuat upaya pelestarian lingkungan dengan mengembangkan Kebun Raya Bundayati sebagai pusat konservasi flora dan fauna. Sebanyak 74 kepala desa ikut menanam bibit pohon dan tanaman buah khas daerah di kawasan seluas 86 hektare itu sebagai simbol kebersamaan menjaga kekayaan hayati Bulungan.
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui partisipasi seluruh kepala desa se-Kabupaten Bulungan yang membawa tanaman khas dari wilayah masing-masing untuk ditanam di Kebun Raya Bundayati, Rabu (22/7).
Langkah ini diharapkan memperkaya koleksi tanaman endemik sekaligus memperkuat identitas kebun raya sebagai milik bersama masyarakat Bulungan.
Bupati Bulungan Syarwani menegaskan, Kebun Raya Bundayati bukan sekadar aset pemerintah daerah, melainkan ruang konservasi yang harus dijaga seluruh masyarakat.
Menurutnya, kehadiran 74 kepala desa menjadi bukti nyata bahwa pelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.
“Keberadaan Kebun Raya Bundayati dengan luas sekitar 86 hektare ini bukan milik pemerintah daerah, tetapi milik seluruh masyarakat Kabupaten Bulungan. Kehadiran 74 kepala desa yang membawa tanaman khas dari desanya masing-masing menjadi bukti bahwa kebun raya ini adalah milik bersama yang harus dijaga dan dilestarikan,” ujarnya.
Syarwani menjelaskan, tanaman yang dibawa para kepala desa didominasi pohon dan buah-buahan lokal yang tumbuh alami di Bulungan. Salah satu ikon kawasan tersebut adalah buah lepiu yang telah ditetapkan sebagai maskot Kebun Raya Bundayati bersama berbagai tanaman endemik lainnya.
Pengelolaan kawasan dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bulungan yang bertugas melakukan pemeliharaan dan perawatan koleksi tanaman setiap hari.
Tidak hanya mengembangkan koleksi flora, Pemkab Bulungan juga mulai memperluas fungsi Kebun Raya Bundayati sebagai kawasan konservasi satwa. Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Tarakan sebelumnya telah menyerahkan sekitar 30 spesies burung endemik yang dilepasliarkan di kawasan tersebut sebagai langkah awal pengembangan konservasi terpadu.
Ke depan, pemerintah juga berencana menambah koleksi fauna endemik, termasuk rusa dan satwa khas lainnya, sehingga Kebun Raya Bundayati berkembang menjadi pusat konservasi, edukasi, penelitian, sekaligus destinasi unggulan yang menjadi kebanggaan masyarakat Bulungan dalam menjaga warisan keanekaragaman hayati. (rm)

