KALTARABULUNGAN

Pasca Kecelakaan, Pertamina Pastikan Pasokan BBM Tetap Aman

BULUNGAN – Kecelakaan yang melibatkan mobil tangki pengangkut bahan bakar minyak (BBM) di Jalan Poros Bulungan–Berau Km 30, Jelarai Selor, tidak mengganggu distribusi energi ke masyarakat. PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memastikan seluruh muatan berhasil diamankan dan dibongkar di SPBU tujuan sehingga pasokan BBM di Bulungan tetap normal.

Mobil tangki milik mitra transportir PT Timbul Cahaya Energi bernomor polisi KU 8196 AU mengalami kecelakaan pada Senin (20/7/2026) malam saat membawa 8 kiloliter (KL) Pertalite dan 8 KL Biosolar dari Jobber Berau menuju SPBU 63.772.002.

Berdasarkan hasil pengecekan awal, kendaraan keluar jalur setelah sopir berupaya menghindari truk pengangkut kelapa sawit yang mengalami pecah ban di badan jalan.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Edi Mangun mengatakan, insiden tersebut tidak menyebabkan kebocoran maupun tumpahan BBM.

Pertamina langsung memprioritaskan keselamatan awak mobil tangki, mengamankan kendaraan dan muatan, serta memastikan distribusi BBM tetap berjalan. Satu awak kendaraan mengalami luka ringan dan telah mendapatkan penanganan medis.

Usai kejadian, Pertamina bersama mitra transportir dan kepolisian melakukan pengamanan lokasi. Kendaraan kemudian dievakuasi menggunakan towing menuju SPBU tujuan, dan seluruh muatan berhasil dibongkar dengan aman pada Selasa (21/7/2026) sekitar pukul 07.00 Wita. Dengan selesainya proses tersebut, pelayanan di SPBU tetap berlangsung tanpa gangguan.

Pertamina juga memastikan stok BBM di SPBU dalam kondisi aman. Hingga Selasa (21/7), tersedia Pertamax 7 KL, Pertalite 9 KL, Pertamax Turbo 5 KL, Biosolar 24 KL, dan Dexlite 12 KL.
Pasokan tambahan juga telah dijadwalkan pada hari yang sama untuk menjaga kelancaran distribusi kepada masyarakat.

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan kedua awak mobil tangki dalam kondisi sehat sebelum bertugas. Kendaraan dinyatakan laik operasi, tidak ditemukan indikasi konsumsi alkohol, sementara data GPS mencatat kecepatan kendaraan saat kecelakaan berkisar 35–44 kilometer per jam.

Pertamina bersama mitra transportir akan melakukan evaluasi teknis menyeluruh sebagai bagian dari peningkatan aspek keselamatan distribusi BBM. “Pertamina berkomitmen mengutamakan keselamatan kerja sekaligus memastikan distribusi energi kepada masyarakat tetap terjaga,” tutup Edi Mangun. (rm)

Back to top button