KALTARABULUNGAN

LSL Jadi Penyumbang Terbesar Kasus HIV di Bulungan

TANJUNG SELOR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bulungan mencatat pergeseran tren penyebaran Human Immunodeficiency Virus (HIV). Hingga Juni 2026, kelompok Lelaki Suka Lelaki (LSL) atau homoseksual menjadi penyumbang kasus HIV terbanyak setelah pasangan berisiko, sehingga mendorong pemerintah daerah memperkuat langkah pencegahan dan deteksi dini.

Berdasarkan data Dinkes Bulungan, sebanyak 510 orang dari berbagai kelompok populasi kunci menjalani pemeriksaan HIV selama Januari–Juni 2026. Dari jumlah tersebut, ditemukan 15 kasus positif. Kelompok LSL mencatat tingkat positif tertinggi, yakni lima kasus dari 13 orang yang diperiksa atau sekitar 38,4 persen.

Kepala Dinkes Bulungan, Imam Sujono mengatakan, tren tersebut menjadi perhatian serius karena pola penularan HIV kini didominasi kelompok LSL dan mulai bergeser kepada pasangan seksual mereka. Menurutnya, fenomena serupa juga terjadi di sejumlah daerah lain di Kalimantan Utara (Kaltara).

“Iya, betul. Sekarang penularan HIV di Bulungan urutan terbanyak itu dari kelompok LSL. Ini bukan cuma di kita, tapi rata-rata di wilayah Kaltara juga grafiknya mirip,” ujar Imam, Jumat (24/7/2026).

Selain LSL, kelompok Wanita Pekerja Seks (WPS) menjadi populasi dengan jumlah pemeriksaan terbanyak, yakni 119 orang, dengan tiga kasus positif atau sekitar 2,52 persen. Sementara pelanggan pekerja seks sebanyak 124 orang diperiksa dan ditemukan dua kasus positif atau sekitar 1,6 persen.

Satu kasus positif lainnya berasal dari pasien tuberkulosis (TB), pasien infeksi menular seksual (IMS), pasangan berisiko tinggi, serta pasangan orang dengan HIV (ODHIV).

Untuk menekan penyebaran HIV, Dinkes memperkuat skrining kesehatan calon pengantin yang telah terintegrasi di puskesmas dan Kantor Urusan Agama (KUA). Edukasi juga terus dilakukan di sekolah, tempat berkumpulnya anak muda, hingga lokasi yang dinilai memiliki risiko tinggi.

“Kita masuk ke sekolah-sekolah berikan edukasi. Anak-anak muda yang suka nongkrong di kafe atau pinggir jalan juga kita datangi. Petugas beri pemahaman soal bahaya dan cara penularan virus ini,” katanya.

Imam menambahkan, penderita HIV tidak dapat sembuh total karena virus tetap berada di dalam tubuh. Namun, terapi antiretroviral (ARV) yang dikonsumsi secara rutin mampu menekan jumlah virus sehingga daya tahan tubuh tetap terjaga dan risiko penularan berkurang.

Ia pun mengimbau masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menghindari perilaku seksual berisiko serta segera memanfaatkan layanan pemeriksaan HIV guna mendeteksi infeksi sedini mungkin.

“Harus hati-hati pilih pasangan. Kodratnya kan laki-laki berpasangan dengan perempuan. Utamanya ada di perilaku kita sendiri,” pungkasnya. (rm)

Back to top button