KALTARABULUNGAN

Populasi Pesut Bulungan Masih Misteri

TANJUNG SELOR – Keberadaan pesut di perairan Kabupaten Bulungan masih kerap terlihat, terutama di kawasan pesisir Desa Tanah Kuning hingga Kecamatan Sekatak. Namun, hingga kini belum ada data ilmiah yang mampu memastikan jumlah populasi maupun sebaran habitat mamalia air yang dilindungi tersebut, sehingga upaya konservasi masih terkendala minimnya informasi.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bulungan, H. Syam Hendarsyah mengatakan, belum tersedianya data tersebut berkaitan dengan perubahan kewenangan pengelolaan wilayah laut setelah berlakunya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Sejak saat itu, urusan kelautan menjadi kewenangan pemerintah provinsi.

“Sebelum kewenangan berpindah, kami hanya sebatas melakukan pengamatan terhadap aktivitas pesut di beberapa titik perairan, seperti di Tanah Kuning dan Sekatak. Belum sampai pada penelitian khusus mengenai jumlah populasi ataupun habitatnya,” ujar Syam, Sabtu (25/7/2026).

Ia menjelaskan, setelah kewenangan beralih ke pemerintah provinsi, Dinas Perikanan Bulungan tidak lagi melakukan pendataan khusus terhadap pesut. Akibatnya, hingga kini belum tersedia basis data yang dapat dijadikan acuan dalam merancang kebijakan perlindungan satwa tersebut.

Meski demikian, Syam menegaskan, keberadaan pesut tetap harus menjadi perhatian karena merupakan satwa yang dilindungi. Hingga saat ini, pihaknya juga belum pernah menerima laporan adanya perburuan pesut oleh masyarakat maupun nelayan. Insiden yang pernah terjadi hanya berupa pesut yang tidak sengaja terjerat jaring saat mencari makan.

Menurutnya, penelitian mengenai pesut memang pernah dilakukan oleh organisasi non-pemerintah (NGO), tetapi hanya mencakup wilayah perairan Kecamatan Sesayap, Kabupaten Tana Tidung. Karena itu, hasil penelitian tersebut belum dapat menggambarkan kondisi populasi maupun habitat pesut di perairan Bulungan.

Syam berharap pemerintah, perguruan tinggi, lembaga lingkungan, dan masyarakat dapat berkolaborasi melakukan penelitian yang lebih komprehensif. Data yang akurat mengenai populasi dan persebaran habitat dinilai menjadi fondasi penting dalam menyusun langkah konservasi guna menjaga kelestarian pesut di Kaltara. (rm)

Back to top button