NUNUKAN — Keputusan politik Partai Golkar Kabupaten Nunukan menetapkan ketua baru pada Musyawarah Daerah (Musda) VI DPD Partai Golkar Kabupaten Nunukan di Kafe Sayn, Jalan Ahmad Yani, Nunukan Timur pada Rabu, (29/7/2026) menemui jalan buntu. Pasalnya, dinamika forum Musda yang diharapkan berjalan mulus tiba-tiba tak terkendali usai seorang peserta menekankan agar seluruh peserta melakukan verifikasi data.
Berdasarkan informasi yang didapatkan media ini, musyawarah yang juga dihadiri oleh Ketua DPD Partai Golkar Kaltara, Syarwani itu awalnya berjalan sesuai rencana. Namun, jelang pembahasan Tata Tertib (Tatib) sidang, tiba-tiba terjadi keributan.
“Ndak sampai sidang, sudah ribut. Pas isi absen peserta, setelah pembukaan,” ungkap seorang peserta yang enggan disebutkan namanya saat ditemui satukaltara.com.
Kata dia, saat upaya verifikasi data akan dilakukan, interupsi datang bertubi-tubi dari peserta forum. Ketidaksepakatan mengenai keabsahan syarat dukungan serta mekanisme penentuan calon ketua dengan melakukan verfikasi data peserta akhirnya membuat proses musyawarah mengalami gejolak.
”Kami tadi sudah berupaya mengarahkan forum agar mencapai mufakat. Namun, karena situasi dan dinamika politik forum tidak memungkinkan untuk dilanjutkan hari ini, sidang pun di-skors. Ini sudah 3 jam lebih, belum lagi dimulai,” ungkap sumber satukaltara.com lainnya.
Berharap dalam masa skorsing itu ditemukan jalan keluar, kedua kubu, yang diwakili Siti Raudah Arsyad dan Anto Bolokot ternyata tak menemukan jalan sepakat. Akibatnya, Musda yang seharusnya kembali dimulai dan berakhir sesuai waktu, justru molor hingga sore.
“Sudah tak bisa dikendalikan. Kayaknya dikembalikan ke DPD Golkar Kaltara. Mekanismenya dari mereka. Mau menunjuk siapa (Pelaksana Tugas/Plt),” ungkap sumber tersebut.

Benar saja, sidang yang seharusnya menentukan siapa pemilik kursi Ketua DPD Golkar Kabupaten Nunukan justru berakhir deadlock. Siti Raudah yang menyudahi sidang langsung keluar arena sidang diikuti teriakan dari peserta pendukung kubu lain.
Dari pantauan media ini, tampak Siti Raudah keluar dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Di belakangnya, tampak sejumlah peserta dan peninjau mengikutinya dengan nada protes. Siti Raudah baru lepas dari teriakan protes setelah pergi bersama mobil yang sudah menunggunya di depan arena sidang.
“Nanti saja ya (wawancara). Nanti, masih tidak kondusif,” ungkap Ketua DPD Partai Golkar Kaltara, Syarwani yang juga buru-buru berlalu dari arena Musda VI Partai Golkar Nunukan.
Beruntung, sidang ini dikawal puluhan personel kepolisian dari Polres dan Polsek Nunukan sehingga berjalan aman dan kondusif. Personel yang dipimpin Kapolsek Nunukan Iptu D. Barasa, S.H., M.H. itu baru meninggalkan arena Musda setelah seluruh peserta kembali ke penginapan mereka masing-masing. (2ku)