KALTARABULUNGANEKONOMI

UMKM Lokal Disiapkan Masuk Rantai Pasok Industri Lewat Sinergi Kaltara

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) meluncurkan program Sinergi Kaltara untuk memastikan derasnya investasi yang masuk ke daerah memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Melalui program ini, puluhan ribu UMKM lokal akan dihubungkan dengan kebutuhan kawasan industri agar perputaran ekonomi tidak lagi didominasi pemasok dari luar daerah.

Sekretaris Daerah Provinsi Kaltara, Denny Harianto mengatakan, realisasi investasi di Kaltara terus mengalami peningkatan signifikan. Berdasarkan data Pemprov, investasi pada periode 2024 hingga 2025 tumbuh sekitar 159 persen. Namun, peningkatan tersebut belum diikuti dengan pertumbuhan kesejahteraan masyarakat secara optimal.

Menurut Denny, pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita masih berada di kisaran 3,2 persen. Kondisi ini menunjukkan manfaat ekonomi dari investasi belum sepenuhnya dinikmati masyarakat karena sebagian besar kebutuhan perusahaan masih dipasok dari luar Kaltara.

“Investasi kita meningkat sangat tinggi, tetapi manfaat ekonominya belum dirasakan secara optimal oleh masyarakat. Artinya, uang hasil investasi itu masih banyak keluar dari Kaltara karena kebutuhan perusahaan dipasok dari luar,” ujarnya, Rabu (29/7/2026).

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemprov meluncurkan Sinergi Kaltara, sebuah program yang menghubungkan pelaku UMKM dengan kebutuhan kawasan industri, khususnya di Kawasan Industri Tanah Kuning-Mangkupadi.
Saat ini terdapat sekitar 51.840 UMKM di seluruh kabupaten dan kota di Kaltara yang akan dipetakan sesuai kebutuhan industri.

Pemprov juga tengah menyiapkan platform digital yang mempertemukan perusahaan dengan pelaku UMKM. Melalui sistem tersebut, perusahaan dapat mengumumkan kebutuhan barang dan jasa beserta standar yang dibutuhkan, sementara UMKM yang memenuhi kriteria dapat menawarkan produk maupun layanannya secara langsung.

“Melalui mekanisme ini, perusahaan tidak langsung mencari pemasok dari luar daerah. Kita ingin pelaku usaha lokal menjadi pilihan utama,” tegas Denny.

Selain membangun sistem digital, Pemprov akan menyusun regulasi, membentuk forum koordinasi, serta memberikan pendampingan agar UMKM mampu memenuhi standar industri.

Denny berharap program ini tidak hanya menjadikan UMKM sebagai pemasok kebutuhan industri, tetapi juga mendorong pelaku usaha lokal naik kelas hingga mampu menembus pasar nasional dan internasional. (rm)

Back to top button