NUNUKAN – Banjir yang melanda Kabupaten Nunukan pada Senin (3/8/2026) menyebabkan sedikitnya sekitar 200 rumah terdampak, dua jembatan rusak, serta dua titik jalan mengalami longsor. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan bersama TNI, Polri, PMI, pemerintah kecamatan, desa, dan masyarakat bergerak cepat melakukan evakuasi, pendataan, hingga pemulihan darurat di wilayah terdampak.
Berdasarkan laporan resmi BPBD Nunukan, banjir berdampak di dua kecamatan, yakni Kecamatan Nunukan dan Kecamatan Nunukan Selatan. Wilayah yang terdampak meliputi Desa Persiapan Sei Fatimah, Desa Binusan, serta Kelurahan Nunukan Selatan, Nunukan Timur, Nunukan Barat, dan Nunukan Tengah.
Selain merendam sekitar 200 rumah warga, bencana tersebut juga mengakibatkan satu rumah mengalami kerusakan.
Infrastruktur turut terdampak dengan terjadinya longsor di dua titik jalan, yakni di kawasan Sei Bilal dan sekitar RSUD Nunukan. Sementara itu, dua jembatan di kawasan Fatahillah dan Lumba-Lumba dilaporkan mengalami kerusakan.
Kepala Pelaksana BPBD Nunukan, H. Asmar menjelaskan, penanganan darurat dilakukan selama satu hari dengan fokus pada pengkajian cepat di lokasi bencana, penyelamatan dan evakuasi korban, pendataan kerusakan, serta pelaporan berkala kepada Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB.
“Anggota juga melaksanakan pembersihan fasilitas umum dan rumah-rumah warga yang terdampak sebagai bagian dari upaya pemulihan lingkungan pascabencana,” ungkap Asmar.
Personel gabungan yang diterjunkan berasal dari BPBD, pemerintah kecamatan dan desa, TNI, Polri, relawan PMI, serta masyarakat.
Hingga laporan diterbitkan, bantuan bagi para korban masih dalam tahap koordinasi. BPBD Nunukan menyatakan pendataan dampak bencana masih bersifat sementara dan akan terus diperbarui seiring perkembangan kondisi di lapangan. (sym)

