TANJUNG SELOR – Akurasi data penerima bantuan sosial (bansos) di Kabupaten Bulungan sangat bergantung pada kinerja operator Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) di tingkat desa dan kelurahan. Karena itu, Dinas Sosial (Dinsos) Bulungan memperkuat kapasitas para operator melalui bimbingan teknis (bimtek) guna memastikan proses pemutakhiran data berjalan optimal dan bantuan pemerintah benar-benar diterima warga yang berhak.
Bimtek tersebut diikuti 73 operator desa dan kelurahan yang dibagi dalam dua sesi, masing-masing diikuti 34 dan 39 peserta. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman operator terhadap pembaruan aplikasi SIKS-NG yang terus berkembang, baik dari sisi fitur maupun mekanisme penginputan data.
Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin Dinsos Bulungan, Karuniati Tingai mengatakan, operator merupakan ujung tombak pendataan kesejahteraan sosial karena berhadapan langsung dengan masyarakat.
“Operator ada di setiap desa dan kelurahan. Mereka merupakan perpanjangan tangan kami dalam melakukan pembaruan data di lapangan,” ujarnya, Kamis (6/8/2026).
Menurutnya, masih banyak tantangan yang dihadapi operator, seperti keterbatasan jaringan internet, perangkat komputer yang sudah tidak memadai, hingga tugas tambahan dari pemerintah desa. Kondisi tersebut berpotensi menghambat proses pemutakhiran data sehingga memengaruhi ketepatan sasaran penyaluran bansos.
Karuniati menegaskan, apabila data tidak diperbarui secara berkala, masyarakat yang sebenarnya memenuhi syarat berisiko belum tercatat sebagai penerima bantuan. Sebaliknya, operator juga diminta segera melaporkan apabila terdapat penerima bansos yang meninggal dunia atau berpindah domisili agar data dapat segera diperbaiki.
Ia mengingatkan, penentuan status kesejahteraan atau desil bukan menjadi kewenangan Dinsos, melainkan ditetapkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Dinsos hanya memastikan proses pemutakhiran data berjalan dengan baik melalui koordinasi bersama seluruh pihak terkait.
“Kalian adalah mata dan telinga kami di desa. Kalian yang paling mengetahui kondisi masyarakat, siapa yang benar-benar layak menerima bantuan dan siapa yang tidak,” tegasnya.
Melalui bimtek tersebut, Dinsos Bulungan berharap kualitas data kesejahteraan sosial semakin akurat sehingga kebijakan perlindungan sosial dan penyaluran bantuan pemerintah dapat dilaksanakan secara lebih tepat sasaran. (rm)

