KALTARAHUKUM & KRIMINALTARAKAN

Usai Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Kelalaian dan Faktor Teknis

TARAKAN – Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Kalimantan Utara (Kaltara) tengah melakukan penyelidikan terkait kebakaran speedboat SB Sekatak AAA Kaltara yang terjadi di Sungai Kayan, Kamis (6/8/2026) sekitar pukul 10.35 Wita.

Direktur Polairud Polda Kaltara, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol.) Tidar Wulung Dahono mengatakan, penyelidikan dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran yang terjadi tidak lama setelah kapal bertolak dari Tanjung Selor menuju Tarakan.

“Kami masih melakukan pendalaman terkait penyebab kebakaran, termasuk memeriksa kondisi teknis kapal dan meminta keterangan dari kru maupun saksi di lapangan,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan awal, api diduga berasal dari mesin genset yang berada di bagian atas speedboat. Salah satu anak buah kapal (ABK), Roni, menjadi saksi pertama yang melihat munculnya api sebelum melaporkan kepada juragan kapal, Ahmad Syahrani.

Saat kejadian, speedboat mengangkut total 29 orang yang terdiri dari 25 penumpang, 1 juragan, dan 3 ABK. Beruntung, seluruh penumpang berhasil menyelamatkan diri setelah kru kapal segera melakukan evakuasi ke tepi sungai.

“Respons cepat kru kapal menjadi faktor penting sehingga tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” kata Tidar.

Personel Ditpolairud Polda Kaltara bersama Satpolairud Polresta Bulungan langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi sekaligus mengamankan tempat kejadian perkara (TKP).

Sebanyak 20 orang dievakuasi ke Pelabuhan Kayan II, Tanjung Selor, sementara 8 penumpang lainnya langsung dibawa menuju Tarakan menggunakan kapal lain yang melintas di sekitar lokasi.

Lokasi kebakaran berada di perairan Sungai Kayan, sekitar 13 menit dari Pelabuhan Speed Kayan II, tepatnya di depan Desa Teras SP 5, Kabupaten Bulungan.

Selain melakukan olah TKP, polisi juga akan menelusuri kelayakan operasional kapal, termasuk sistem kelistrikan dan standar keselamatan yang diterapkan.

“Kami akan memastikan apakah ada unsur kelalaian atau faktor teknis lainnya. Hasil penyelidikan nantinya akan menjadi dasar untuk langkah penegakan hukum maupun evaluasi keselamatan pelayaran,” tegasnya.

Pihak kepolisian juga mengimbau seluruh operator angkutan sungai untuk meningkatkan pengawasan terhadap kondisi mesin dan peralatan keselamatan guna mencegah kejadian serupa terulang. Hingga saat ini, seluruh korban telah berhasil dievakuasi dan dalam kondisi selamat. (rz)

Back to top button