BNNK Nunukan: Perangi Narkoba Tak Bisa 100 Persen, Generasi Muda Jadi Kunci
NUNUKAN – Upaya memberantas penyalahgunaan dan peredaran narkotika di Kabupaten Nunukan dinilai tidak mungkin mencapai hasil hingga 100 persen. Namun, keberhasilan menekan angka penyalahgunaan narkoba dinilai sudah menjadi capaian penting yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Nunukan, Anton Suriyadi Siagian mengatakan, perang melawan narkotika tidak dapat dilakukan oleh BNN seorang diri. Terlebih, Nunukan merupakan wilayah perbatasan yang memiliki tantangan tersendiri dalam upaya pencegahan peredaran barang terlarang tersebut.
“Kalau untuk membasmi narkoba 100 persen tidak bisa. Kita berhasil mengurangi saja sudah syukur, dan itu tidak mudah kalau BNN hanya sendirian,” ujar Anton kepada Satukaltara.com, Sabtu (8/8/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan setelah Anton resmi dilantik sebagai Ketua Satuan Karya (Saka) Anti Narkoba Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Nunukan masa bakti 2026–2030. Pembentukan Saka Anti Narkoba menjadi bagian dari strategi BNNK Nunukan memperluas edukasi dan pencegahan penyalahgunaan narkotika, khususnya di kalangan generasi muda.
Menurut Anton, Gerakan Pramuka memiliki posisi strategis untuk membantu menyasar pelajar dan anak muda melalui berbagai kegiatan positif. Selain mendapatkan aktivitas yang membangun, anggota Pramuka juga akan dibekali pengetahuan mengenai jenis, dampak, serta bahaya penyalahgunaan narkotika.
“Karena itu kita merangkul Pramuka untuk menyasar generasi muda. Kita memberikan kegiatan positif sekaligus edukasi mengenai bahaya narkotika,” katanya.
Ke depan, BNNK Nunukan bersama Kwartir Cabang Gerakan Pramuka berencana mengembangkan Saka Anti Narkoba hingga ke lingkungan sekolah. Para anggota akan mendapatkan pembekalan agar mampu menjadi agen perubahan sekaligus menyampaikan edukasi tentang bahaya narkotika kepada teman sebaya.
Anggota Saka yang dinilai telah memiliki kemampuan dan mengikuti pelatihan juga berpotensi dilibatkan dalam kegiatan lapangan. Keterlibatan tersebut diharapkan menjadi pengalaman sekaligus sarana pembelajaran dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika.
Sementara itu, Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Nunukan, H. Hermansyah, menyatakan dukungannya terhadap pembentukan Saka Anti Narkoba. Menurutnya, kegiatan kepramukaan dapat menjadi wadah strategis untuk membentuk karakter sekaligus meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap bahaya narkotika.
“Makanya tanggung jawab kita kepada bangsa dan negara ini adalah bagaimana membina generasi muda. Dengan terbentuknya Saka Anti Narkoba ini, saya kira menjadi salah satu langkah yang cukup baik. Sebagaimana kita ketahui, adik-adik Pramuka juga sangat antusias mengikuti berbagai kegiatan,” ujarnya.
BNNK Nunukan dan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka selanjutnya menargetkan pembentukan kelompok atau Saka Anti Narkoba di berbagai sekolah. Kelompok tersebut diharapkan tidak hanya menjadi pusat edukasi, tetapi juga mampu mendorong pelajar terlibat aktif menjaga lingkungan sekolah dari penyalahgunaan narkotika.
“Ya, mudah-mudahan Nunukan bisa bebas dari narkoba. Kalau bisa nanti di sekolah-sekolah juga dibentuk tim atau kelompok, semacam satgas antinarkoba. Misalnya SMA 1 atau SMA 2 memiliki kelompok yang ikut menjaga lingkungan sekolah agar bebas dari narkoba. Itu harapan kita,” pungkasnya. (ryn)

