Kemarau, Pemkab Bulungan Imbau Siswa Pakai Masker dan Siapkan Normalisasi Sungai
BULUNGAN – Debu dan kemarau mulai menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Bulungan. Pemerintah daerah meminta siswa mengenakan masker saat berangkat dan pulang sekolah, terutama mereka yang berada di kawasan pesisir dan perkotaan.
Bupati Bulungan Syarwani mengatakan, imbauan tersebut telah disampaikan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bulungan dan kepada seluruh satuan penyelenggara pendidikan. Penggunaan masker dinilai penting untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan debu dan cuaca ekstrem.
“Kami sudah sampaikan, bahkan Kepala Dinas Pendidikan juga sudah menyampaikan imbauan kepada satuan penyelenggara pendidikan, khususnya di daerah pesisir dan kawasan perkotaan,” kata Bupati Bulungan, Rabu (26/8/2026).
Menurut dia, edukasi mengenai perlindungan kesehatan perlu dilakukan sejak perjalanan siswa dari rumah menuju sekolah. Pemerintah daerah berharap langkah sederhana tersebut dapat meminimalkan gangguan kesehatan selama musim kemarau.
Selain persoalan debu, Pemkab Bulungan menyoroti akses pendidikan anak-anak yang harus menyeberangi sungai. Pendangkalan sungai akibat endapan pasir dilaporkan menghambat perahu penyeberangan dari Desa Teras Nawang menuju Desa Teras Baru, terutama ketika air surut.
“Pendangkalan akibat endapan pasir tersebut berpotensi merintangi akses pendidikan anak-anak saat air sungai surut,” ujarnya.
Pemkab Bulungan akan berkoordinasi dengan dinas teknis untuk mengkaji kemungkinan normalisasi atau pengerukan sungai. Namun, Syarwani menegaskan, akses penyeberangan siswa tetap harus dijamin sembari kajian teknis dilakukan.
“Saya sendiri melihat apa yang diinfokan di media sosial terkait penyeberangan itu. Nanti akan kita komunikasikan dan koordinasikan dengan dinas teknis, langkah atau upaya apa yang bisa kita lakukan,” katanya.
Ia mengatakan, opsi pengerukan atau normalisasi tidak bisa diputuskan tanpa kajian. Di sisi lain, kebutuhan anak-anak yang bersekolah di tingkat SMP dan SMA tidak dapat menunggu terlalu lama.
“Setiap hari anak-anak kita yang bersekolah ke tingkat SMP atau SMA harus tetap kita fasilitasi agar perjalanan mereka lancar,” tegasnya. (rk)

