NUNUKAN – Program kredit usaha mikro berbunga nol persen yang disiapkan Pemerintah Kabupaten Nunukan belum juga masuk ke rekening pelaku usaha. Lebih dari 100 pelaku UMKM baru sampai tahap pengusulan dan masih menunggu hasil verifikasi perbankan.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Nunukan Muhtar mengatakan, pemerintah daerah telah mendata dan menyerahkan calon penerima kepada pihak bank. “Data untuk kredit nol persen sudah masuk. Sudah ada 100 lebih pelaku UMKM,” kata Muhtar.
Namun, daftar tersebut belum menjadi jaminan seluruh pelaku usaha akan memperoleh pembiayaan. Bank masih memeriksa kelengkapan administrasi, kondisi usaha hingga kemampuan calon penerima dalam mengembalikan pinjaman. “Kami tidak mau mencampuri apakah mereka layak atau tidak. Itu kewenangan bank,” ujarnya.
Menurut Muhtar, verifikasi diperlukan untuk memastikan kredit diberikan kepada pelaku usaha yang benar-benar menjalankan kegiatan usahanya dan memiliki kemampuan membayar.
Pemerintah daerah, kata dia, tidak mengambil alih analisis kredit karena keputusan pembiayaan berada pada perbankan.
“Bank tentu melihat usahanya berjalan atau tidak. Mereka harus melihat ada kemampuan untuk membayar kreditnya,” katanya.
Dengan mekanisme tersebut, peran Pemkab Nunukan berada pada pembukaan akses pembiayaan dan pengusulan calon penerima. Sementara penilaian kelayakan, analisis kredit hingga keputusan pencairan menjadi kewenangan bank.
Muhtar berharap, tahapan verifikasi segera selesai sehingga kredit dapat mulai disalurkan.
“Mudah-mudahan minggu ini sudah bisa mulai,” katanya.
Selain skema bunga nol persen, Pemkab Nunukan juga mendorong pembiayaan super mikro dengan bunga tiga persen. Skema ini diarahkan kepada pelaku UMKM yang belum terakomodasi dalam program kredit nol persen.
Sekitar 20 pengajuan telah disampaikan untuk skema tersebut. Dari jumlah itu, enam calon penerima telah dipanggil untuk menjalani tahapan berikutnya.
Dalam skema super mikro, pembiayaan dapat mencapai Rp25 juta dengan bunga tiga persen.
“Super mikro itu programnya bank. Kami bantu karena ada yang tidak ter-cover dalam program nol persen,” ujar Muhtar.
Dua skema tersebut kini sama-sama menunggu proses perbankan. Bagi Pemkab Nunukan, tantangannya bukan lagi sekadar mendata calon penerima, tetapi memastikan akses pembiayaan yang telah disiapkan benar-benar sampai kepada pelaku UMKM. (ryn)

