Anggaran dari KONI Tak Cukup, Tiga Atlet Tenis Meja Nunukan Pilih Mundur
Sudah Siapkan Pengganti, Berangkat 10 November
NUNUKAN - Sorotan negatif terhadap anggaran jumbo yang akan dibawa Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Nunukan ke Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) II Kaltara 2026 kembali disuarakan. Salah satunya datang dari Cabang Olahraga (Cabor) Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kabupaten Nunukan.
Kepada satukaltara.com, Ketua Umum PTMSI Kabupaten Nunukan, Muhammad Ilyas mengaku, Cabor ini hanya menerima dana belasan juta dari pengajuan kebutuhan mereka yang lebih dari Rp50 juta. Keterbatasan anggaran tersebut tidak hanya berdampak pada pemenuhan perlengkapan atlet, tetapi juga memunculkan persoalan dalam proses persiapan.
Bahkan, tiga atlet tenis meja yang sebelumnya dipersiapkan memperkuat kontingen Kabupaten Nunukan sempat memutuskan mundur menjelang pelaksanaan Porprov Kaltara 2026 di Kabupaten Malinau. Di sisi lain, pihaknya harus mempersiapkan sembilan atlet untuk mengikuti seluruh nomor pertandingan tenis meja.
"(Anggaran dari KONI Kabupaten Nunukan) Jauh dari cukup. Tidak sampai 50 persen dari pengajuan kami. Makanya, kami harus mengondisikan dana yang ada untuk kebutuhan atlet," ungkap Ilyas.
Menurutnya, kebutuhan persiapan atlet tidak sebatas perlengkapan pertandingan. Ada sejumlah kebutuhan lain yang harus dipenuhi, mulai dari pakaian tanding, bola, vitamin hingga biaya transportasi atlet dari rumah menuju tempat latihan selama masa persiapan.
Kebutuhan mendasar yang sempat menjadi persoalan adalah pengadaan karet bet tenis meja yang harganya sekira Rp1,3 juta per lembar. Setiap atlet membutuhkan dua lembar untuk melengkapi bet yang akan digunakan untuk bertanding.
"Kalau semua dipenuhi untuk karet, yang lain tidak terbeli. Baju tanding tidak terbeli, bola tidak terbeli, vitamin juga tidak terbeli. Sementara transportasi mereka selama latihan sebulan juga tidak ter-cover," jelasnya.
Ilyas juga mengaku telah menyampaikan kondisi keterbatasan anggaran tersebut kepada para atlet. Menurutnya, perlengkapan yang masih layak digunakan tidak harus diganti. Pengadaan baru hanya dilakukan terhadap perlengkapan yang memang sudah tidak memungkinkan untuk digunakan dalam pertandingan.
Namun, persoalan kebutuhan perlengkapan itu kemudian berkembang menjadi persoalan internal. Ilyas mengungkapkan, tiga atlet yang sebelumnya masuk dalam persiapan kontingen memilih mengundurkan diri.
Mereka, beber Ilyas, terdiri atas satu atlet putra dan dua atlet putri. Ia kemudian menduga pengunduran diri tersebut dipengaruhi campur tangan salah satu pengurus yang menurutnya ikut mempermasalahkan pemenuhan kebutuhan perlengkapan atlet.
"Yang jelas kami tidak mungkin memenuhi permintaan seperti itu. Atlet itu harus siap bertanding, tidak perlu mengurusi persoalan internal seperti ini," ungkapnya.
Ilyas juga menyayangkan pengunduran diri tersebut. Menurutnya, Porprov II Kaltara 2026 ini merupakan ajang penting dan peluang bagi atlet daerah untuk memperoleh pengalaman dan meningkatkan kemampuan bertanding.
Namun, Ilyas tetap memastikan, mundurnya 3 atlet mereka tidak menghilangkan kesiapan mereka ke Porprov II Kaltara di Kabupaten Malinau nanti. Pengurus PTMSI Kabupaten Nunukan, kata dia, telah menyiapkan atlet pengganti melalui proses seleksi dan penunjukan sehingga total sembilan atlet tetap dapat diberangkatkan.
Sembilan atlet tersebut terdiri atas lima putra dan empat putri. Mereka akan mengikuti seluruh nomor pertandingan, mulai dari tunggal putra dan putri, ganda putra dan putri, ganda campuran hingga beregu putra dan putri.
Untuk menutupi kebutuhan yang belum terakomodasi dari anggaran KONI Kabupaten Nunukan, Ilyas mengaku berupaya mencari dukungan tambahan dari sejumlah pihak, termasuk pengusaha yang memiliki kepedulian terhadap perkembangan olahraga di Nunukan.
"Sebagai ketua, saya tidak mungkin melihat anak-anak berangkat dengan kondisi kosong. Saya juga mencari bantuan ke teman-teman pengusaha. Kami (juga) rembuk bagaimana kebutuhan mereka bisa terpenuhi," katanya.
Di sisi lain, Ilyas mengapresiasi dukungan KONI Kabupaten Nunukan dalam pembiayaan keberangkatan kontingen. Ia memastikan tiket perjalanan pergi-pulang, penginapan, konsumsi hingga uang saku atlet telah disiapkan.
"Alhamdulillah, untuk keberangkatan sudah aman. Penginapan dibantu, konsumsi juga, tiket berangkat dan pulang ditanggung. Bahkan ada uang saku dari KONI," ungkapnya.
Keberangkatan atlet dijadwalkan pada 10 November 2026. Mereka akan mengikuti technical meeting sehari setelah tiba, sebelum memulai pertandingan pada 12 November. (sq)
Iklan: Gempur Rokok Ilegal
Artikel Terkait
- Soal Izin Pemanfaatan Air, Ratusan Perusahaan di Kaltara dan Berau Ditegur BWS
- Siapkan Skuadron Drone Militer, Lanud Anang Busra Perkuat Pengawasan
- Dugaan Atlet Ganda di Porprov II Kaltara Terbongkar, Satu Nama Terdaftar di Dua Kabupaten
- Bantah Isu Munaslub Golkar, Syarwani: Hoaks, Kami Solid di Bawah Bahlil