Bulungan Kekurangan 588 Guru, 41 Sekolah Masih Dipimpin Plt
BULUNGAN– Kekurangan tenaga pendidik di Kabupaten Bulungan, mencapai 588 orang. Di tengah defisit tersebut, persoalan manajemen sekolah juga belum tuntas. Sebanyak 41 sekolah hingga kini masih dipimpin pelaksana tugas (Plt) kepala sekolah.
Berdasarkan rekapitulasi data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bulungan 2026, kekurangan guru terjadi pada jenjang Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Defisit terbesar berada di jenjang SD dengan 412 guru. Kebutuhan paling tinggi terdapat pada mata pelajaran Bahasa Inggris sebanyak 136 guru, disusul Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) sebanyak 61 guru.
Sementara itu, jenjang SMP masih kekurangan 168 guru. Mata pelajaran Seni Budaya menjadi yang paling membutuhkan tenaga pengajar, dengan defisit mencapai 46 orang. Adapun jenjang TK kekurangan lima tenaga pendidik.
Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Pendidikan Dasar (Dikdas) Disdikbud Bulungan Setim Jalung mengakui, kekurangan guru masih menjadi persoalan serius. Kondisi tersebut semakin berat karena setiap tahun terdapat tenaga pendidik yang memasuki masa pensiun.
"Memang kondisi riil di lapangan kita masih kekurangan banyak guru. Situasi ini semakin tertekan karena setiap tahun selalu ada guru yang memasuki masa pensiun," ungkap Setim, Senin (2/11/2026).
Persoalan tidak berhenti pada ketersediaan guru. Dari sisi kepemimpinan sekolah, sebanyak 29 SD dan 12 SMP masih dipimpin Plt kepala sekolah. Artinya, 41 sekolah belum memiliki kepala sekolah definitif.
Setim menjelaskan, pengangkatan kepala sekolah definitif harus memenuhi persyaratan sesuai regulasi. Di antaranya memiliki sertifikat Calon Kepala Sekolah (Cakep) dan memenuhi ketentuan kepangkatan minimal golongan III/c.
"Banyak posisi kepala sekolah yang saat ini masih diisi Plt karena pengangkatannya wajib memenuhi regulasi, seperti kepemilikan sertifikat Cakep dan batas minimal pangkat golongan III/c. Saat ini, program pelatihan dan sertifikasi Cakep tersebut baru akan mulai kita jalankan," jelasnya.
Di tengah keterbatasan pengangkatan tenaga honorer baru, Disdikbud Bulungan berupaya mempertahankan keberlangsungan kegiatan belajar mengajar dengan mengoptimalkan tenaga yang tersedia.
Salah satu langkahnya adalah memberdayakan tenaga kependidikan yang memiliki latar belakang sarjana pendidikan (S.Pd.) untuk membantu mengisi kekurangan pengajar di ruang kelas.
"Langkah antisipasi yang kita ambil adalah memberdayakan tenaga kependidikan yang ada. Kebetulan cukup banyak tendik kita yang berlatar belakang S.Pd. Jadi, mereka juga difungsikan sebagai pengajar untuk menutupi kekurangan guru saat ini," pungkasnya.
Kondisi ini menempatkan ketersediaan guru dan pemenuhan kepala sekolah definitif sebagai dua pekerjaan rumah Disdikbud Bulungan dalam menjaga keberlangsungan layanan pendidikan di daerah tersebut. (rk)
Iklan: Konferkab PWI Nunukan
Iklan: Gempur Rokok Ilegal
Iklan: Survey Patok Perbatasan
Artikel Terkait
- Larangan Vape Berlaku di Luar Jam Dinas, Personel Polres Tarakan Terancam PTDH
- Praperadilan KSP Mitra Usaha Ditolak, Hakim Nyatakan Penggeledahan dan Penyitaan Sah
- Tinggalkan Korban di Jalan, Sopir Truk Tabrak Lari Ditangkap di Berau
- Pasar Ekspor Udang Kaltara Terbuka, Kerja Sama Kelompok Masih Terkendala