Tak Diangkut Berhari-hari, Sampah Pasar di TPS  Penuh Badan Jalan

MELUBER : Sampah pasar yang disimpan di TPS terlihat meluber hingga menutup sebgaian jalan menunuju Pasar Sentral Inhutani
MELUBER : Sampah pasar yang disimpan di TPS terlihat meluber hingga menutup sebgaian jalan menunuju Pasar Sentral Inhutani

NUNUKAN - Tumpukan sampah di dua pasar di Kabupaten Nunukan mulai mengganggu aktivitas pedagang dan pengguna jalan. Sampah yang berhari-hari tidak diangkut itu bahkan mengeluarkan bau tak sedap hingga menutupi sebagian akses kendaraan.

Dua lokasi yang mengalami kondisi tersebut yakni Pasar Sentral Inhutani di Kelurahan Nunukan Utara dan Pasar Liem Hie Djung di Kelurahan Nunukan Barat.

Pantauan media ini, tumpukan sampah di kedua pasar terlihat menggunung dan belum seluruhnya terangkut. Kondisi tersebut memunculkan keluhan pedagang karena selain mengganggu kenyamanan, sampah juga mempersempit akses jalan di kawasan pasar.

Salah seorang pedagang, Yanti, mengatakan, sampah sudah menumpuk sejak Sabtu (31/10/2026) lalu. Ia memperkirakan sebagian sampah telah berada di lokasi sejak awal pekan.
Kondisi itu berbeda dari biasanya. Menurut dia, kawasan pasar sebelumnya relatif rutin dibersihkan. Namun, belakangan pengangkutan sampah tidak berjalan seperti biasa.

“Biasanya bersih saja, tidak tahu kenapa. Mungkin dua sampai tiga hari sudah itu,” kata Yanti, Kamis (5/11/2026).

Yanti menduga tersendatnya pengangkutan berkaitan dengan persoalan pembayaran gaji petugas kebersihan. Dugaan itu muncul setelah beberapa kali menanyakan alasan sampah tidak segera diangkut.
“Biasanya kalau kami tanya kenapa, jawabannya belum gaji. Kalau belum gajian, mana ada orang mau bergerak,” ujarnya.

Yanti menyayangkan jika persoalan kesejahteraan petugas berdampak pada pelayanan kebersihan di pasar. Ia menilai pekerjaan petugas kebersihan tidak ringan dan semestinya mendapat perhatian pemerintah.

“Kasihan mereka. Pekerjaan begini harus diutamakan. Siapa kira-kira yang mau bekerja kotor seperti ini kalau bukan mereka,” tuturnya.

Dampak penumpukan sampah kini juga dirasakan pengguna jalan. Sebagian tumpukan bahkan menutupi akses kendaraan sehingga mobil kesulitan melintas. “Mobil juga susah lewat sudah,” katanya.

Ia meminta pengangkutan sampah dilakukan secara rutin dan tuntas. Menurutnya, petugas perlu kembali mengangkut sampah jika masih terdapat sisa setelah pengangkutan pertama.
“Kalau sudah diambil pagi, kalau masih ada sisanya harus kembali diangkut sampai habis,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala DLH Nunukan dr. Meinstar Tololiu belum berhasil dikonfirmasi hingga berita ini disusun. Seorang pegawai DLH yang ditemui menyampaikan kepala dinas sedang berada di luar daerah.

Ia juga menyebut penyampaian informasi terkait instansi tersebut harus melalui satu pintu.
“Informasi apa pun mengenai kantor ini wajib satu pintu, Mas. Jadi, saya harap nanti kepala dinas yang bisa memberikan keterangan,” ungkapnya.

Belum adanya penjelasan dari DLH membuat penyebab terganggunya pengangkutan sampah di dua pasar tersebut masih belum diketahui. Termasuk dugaan keterlambatan pembayaran gaji petugas kebersihan yang disampaikan pedagang. (ryn)

Iklan: Gempur Rokok Ilegal

Artikel Terkait