Dicari 24 Jam, Bocah Tenggelam di Sungai Sajau Pura Ditemukan Meninggal

DITEMUKAN : Warga setempat bergotong royong membantu pencarian hingga menemukan jasad bocah yang sebelumnya dilaporkan hilang setelah berenang di Sungai Desa Sajau Pura, Kecamatan Tanjung Palas.
DITEMUKAN : Warga setempat bergotong royong membantu pencarian hingga menemukan jasad bocah yang sebelumnya dilaporkan hilang setelah berenang di Sungai Desa Sajau Pura, Kecamatan Tanjung Palas.

BULUNGAN – Pencarian seorang bocah yang tenggelam di Sungai Desa Sajau Pura, Kecamatan Tanjung Palas, Bulungan, berakhir duka. Setelah sekitar 24 jam pencarian, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada pukul 11.00 Wita.

Korban ditemukan tidak jauh dari tepian sungai, tepatnya di sekitar lokasi yang biasa digunakan ayahnya untuk menyandarkan kapal. Penemuan tersebut sekaligus mengakhiri operasi pencarian yang melibatkan tim SAR gabungan.

Kepala Kantor SAR, Syahril mengatakan, setelah korban ditemukan, seluruh rangkaian operasi pencarian resmi ditutup. "Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian oleh Tim SAR gabungan di lapangan resmi kami tutup," ujarnya.

Syahril juga mengingatkan para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama ketika beraktivitas di sekitar sungai maupun perairan.

Menurutnya, pengawasan diperlukan untuk mencegah kejadian serupa terulang. Sebab, kawasan perairan memiliki risiko yang dapat membahayakan keselamatan anak-anak.

Peristiwa ini menambah duka bagi keluarga korban. Tim SAR pun mengimbau masyarakat agar lebih memperhatikan keselamatan anak saat berada di sekitar sungai.

Sebelumnya, kepanikan warga setelah Akram, bocah berusia tujuh tahun, dilaporkan hilang di Sungai Desa Sajau Pura, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan, Jumat (6/11/2026) sore.

Peristiwa tersebut bermula sekitar pukul 16.00 WITA. Saat itu, Akram mengikuti ayahnya ke tepi sungai yang hendak membersihkan perahu. Sementara sang ayah sibuk dengan perahunya, Akram bersama seorang saksi, M. Irfan Maulana (15), membersihkan terpal di sekitar sungai.

Irfan sempat melihat Akram mengapung menggunakan jeriken berkapasitas lima liter. Namun, tak lama kemudian, jeriken tersebut terlihat mengapung sekitar 10 meter dari posisi awal tanpa keberadaan korban. Melihat kondisi tersebut, Irfan langsung berteriak meminta pertolongan.

Kapolresta Bulungan Kombes Pol Rofikoh Yunianto melalui Kasi Humas Aipda Hadi membenarkan kejadian tersebut. Personel kepolisian bersama unsur terkait langsung menuju lokasi untuk melakukan pencarian.

"Setibanya di lokasi, personel Polsek Tanjung Palas Timur bersama Babinsa dan masyarakat Desa Sajau Pura langsung melakukan upaya penyisiran di sepanjang aliran sungai menggunakan perahu ketinting dan peralatan pendukung lainnya," ujar Aipda Hadi.

Pencarian dilakukan secara intensif dengan menyusuri aliran sungai. Namun, kondisi sungai yang sedang surut justru diikuti arus yang cukup deras sehingga menyulitkan proses penyisiran. (rk)

Iklan: Gempur Rokok Ilegal

Artikel Terkait