Dikira Motor Rusak, Pekerja di Nunukan Temukan Trenggiling di Balik Kap
NUNUKAN – Setang sepeda motor mendadak sulit digerakkan saat hendak digunakan mengantar barang. Seorang pekerja di Jalan TVRI, Kecamatan Nunukan, Kabupaten Nunukan, semula mengira kendaraannya mengalami kerusakan. Namun, setelah diperiksa, seekor trenggiling justru ditemukan melingkar di balik kap depan motor, tepat di sekitar mekanisme setang.
Temuan tak biasa itu terjadi Selasa (27/10/2026) pagi. Pekerja tersebut kemudian meminta bantuan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Nunukan untuk mengevakuasi satwa liar yang dilindungi tersebut.
Laporan diterima Disdamkarmat Nunukan sekitar pukul 08.25 Wita. Lima menit kemudian, tim Rescue tiba di lokasi untuk melakukan pemeriksaan.
Anggota Rescue Disdamkarmat Nunukan, Suharman mengatakan, petugas harus membuka kap depan sepeda motor menggunakan obeng karena posisi trenggiling berada di sekitar setang.
“Kami lihat memang betul ada trenggiling di dalam. Posisinya melilit di bagian setang motor. Jadi kami minta obeng untuk membuka kap depannya, setelah terbuka baru bisa kami keluarkan,” ungkap Suharman, Jumat (30/10/2026).
Proses evakuasi berlangsung tanpa kendala berarti. Petugas menggunakan sarung tangan dan mengeluarkan satwa tersebut secara hati-hati untuk menghindari luka. Trenggiling itu diperkirakan memiliki panjang antara 50 sentimeter hingga satu meter dengan berat sekitar 2-3 kilogram.
“Alhamdulillah tidak ada kendala. Setelah kap motor dibuka, trenggilingnya bisa langsung dikeluarkan. Kami juga menggunakan sarung tangan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” jelasnya.
Setelah dievakuasi, trenggiling tidak langsung dilepasliarkan. Tim Rescue mengamankannya sementara selama dua hari sembari berkoordinasi dengan pihak konservasi.
Pada Kamis (29/10/2026), satwa tersebut akhirnya diserahkan kepada Kepala Seksi KSDA Wilayah I Berau, Yulian Sadon, dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur (Kaltim) untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Suharman mengatakan, penyelamatan trenggiling menjadi pengalaman pertama bagi tim Rescue Disdamkarmat Nunukan. Selama ini, petugas lebih sering menangani evakuasi ular, king cobra hingga buaya.
“Kalau ular, king cobra, buaya dan hewan lainnya sudah sering kami tangani. Tapi kalau trenggiling, ini baru pertama kali. Alhamdulillah bisa kami selamatkan dan sudah diserahkan kepada pihak KSDA,” tuturnya.
Ia mengimbau masyarakat agar tidak mencoba menangkap atau menangani sendiri satwa liar yang ditemukan di sekitar permukiman maupun kendaraan. Terlebih, jika tidak memahami karakter dan cara penanganannya.
Masyarakat diminta segera menghubungi petugas agar proses evakuasi berlangsung aman, baik bagi manusia maupun satwa yang ditemukan. (ryn)
Artikel Terkait
- Polda Kaltara Tak Hadirkan Saksi dan Ahli, Praperadilan KSP Mitra Usaha Masuk Tahap Kesimpulan
- Data Pemkab Nunukan Belum Beres, 1.207 Indikator Tercatat Bermasalah
- Akhirnya, Nama Irwan Sabri Masuk Daftar Panggilan Kejari Nunukan
- Ganti Rugi Lahan Perbatasan Belum Jelas, Warga Sebatik Utara Berutang hingga Rp500 Juta