Kuota Solar Tiba-tiba Dipangkas, APMS di Nunukan 'Diserbu' Truk
NUNUKAN - Antrean panjang truk di dua Agen Penyalur Minyak dan Solar (APMS) di Nunukan menjadi perhatian sejak tadi malam. Kabarnya, atrean itu merupakan dampak dari pengurangan kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar.
Dikonfirmasi, salah seorang staf APMS PT Cahaya Nunukan, Dani membenarkan informasi pengurangan kuota tersebut. Dia menyebut, sudah 2 minggu solar di APMS tersebut kosong. Informasi lainnya, solar juga kosong di APMS Rapti Indah Nunukan.
"Kurang tahu (alasan PT Pertamina lakukan pemangkasan kuota). Itu dari Pertamina-nya (PT Pertamina). Itu (diberi tahu ada pemangkasan), di atas tanggal 5 Oktober," ungkap Dani.
Pihaknya, aku Dani, sempat kaget dengan informasi tersebut. Awalnya, kuota solar mencapai 100 ton lebih, kini hanya sekitar 70 ton saja.
"Pak Haji juga kaget (pemilik APMS) tiba-tiba ada pemangkasan, kuota yang sebelumnya saja masih kurang, apalagi dipangkas," katanya.
Untuk memastikan kuota yang sedikit ini tersebar secara merata, pembelian solar sementara ini dibatasi Rp300 ribu sekali beli. Pembatasan ini disebut akan berlangsung hingga akhir tahun.
"Informasinya (pemangkasan kuota) sampai akhir tahun. Kurang tahu kalau tahun depan. Atau tiba-tiba lagi ada penambahan, kita kurang tahu," kata Dani. "Tapi ini solar saja yang kurang, yang lain (pertalite dan pertamax) aman saja," lanjutnya.
Agar pengisian BBM berjalan lancar, tampak sejumlah aparat kepolisian turun ke lokasi antrean. Merekan terlihat mengatur lalu lintas dan memastikan kendaraan yang mengatre tertib mengikut urutan.
"Ini kita turunkan 2 personel untuk memastikan sopir-sopir truk ini tertib. Agar tidak asal serobot," ungkap Kapolsek Nunukan, IPTU D Barasa SH MH.
Langkah pengamanan ini juga sudah dilaporkan kepada Kapolres Nunukan, AKBP Ruslaeni SH SIK MH. Ditambah lagi, kata Barasa, kehadiran polisi di tengah-tengah masyarakat untuk memberikan rasa aman merupakan tugas utama aparat kepolisian.
"Kebetulan kita adalah Polsek terdekat, maka ini adalah tugas. Kita urai kemacetan, kita pastikan tidak ada yang lawan arah, tidak celaka juga. Untuk anggota nanti bergiliran," imbuhnya. (sq
Iklan: Konferkab PWI Nunukan
Iklan: Survey Patok Perbatasan