Peringatan HDI Siap Digelar, Sabah Ikut, PLBN Sebatik jadi Rumah Megah Bagi Disabilitas
SEBATIK – Tak hanya sambutan warga Sebatik yang dinilai ramah saat panitia Hari Disabilitas Internasional (HDI) berkunjung ke pulau yang berbatasan langsung dengan Sabah, Malaysia tersebut. Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Sebatik yang megah dan modern itu juga dinilai sangat ramah pada disabilitas.
Di pos yang dibangun cukup estetik ini, nyaris tak dijumpai anak tangga. Yang tersedia hanya jalan landai atau ramp yang didesain dengan kemiringan tertentu agar memudahkan pengguna kursi roda dua.
Fasilitas seperti ini tentu saja akan memudahkan para penyandang disabilitas, bahkan orang sakit yang menggunakan kursi roda dua, dan tidak menyulitkan bagi pengguna jalan lainnya. Karena itulah, PLBN Sebatik dipilih menjadi pusat kegiatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) yang digelar Yayasan Faqih Hasan Center (FHC) Kaltara pada 3 Desember 2026 mendatang.
Dikonfirmasi, Kepala PLBN Sebatik, Hariman Latuconsina mengatakan, pihaknya akan mendukung penuh rencana pelaksanaan HDI melalui penyediaan fasilitas dan lokasi kegiatan yang dipusatkan di kawasan PLBN Sebatik. Kegiatan ini juga rencananya akan melibatkan peserta dari luar daerah, termasuk penyandang disabilitas dari Sabah, Malaysia.
"Ini juga bagian dari tugas kami untuk memfasilitasi kegiatan, termasuk kegiatan kemasyarakatan dan sosial," ungkap Hariman.
Bentuk dukungan tersebut, papar Hariman, mulai dari penyediaan ruang pertemuan serta kawasan PLBN untuk pelaksanaan pertunjukan seni dan budaya. Dukungan tersebut, kata dia, merupakan bagian dari fungsi Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) sebagai lembaga yang menjalankan tugas fasilitasi dan koordinasi.
"Fasilitas yang bisa kami siapkan, termasuk ruangan rapat, kemudian kawasan untuk rencana gelaran seni dan budayanya. Itu termasuk di lokasi PLBN," jelasnya.
Hariman juga menyebut, sejauh ini, persiapan kegiatan telah dibicarakan lebih awal agar kegiatan berjalan maksimal. Bahkan, panitia penyelenggara telah menyampaikan rencana kegiatan tersebut kepada pihak PLBN Sebatik. Serunya, peringatan HDI tahun ini juga melibatkan peserta dari negara tetangga, khususnya Sabah, Malaysia.
"Ini melibatkan peserta dari luar juga yang diundang, bukan hanya dari luar Nunukan. Tetapi juga dari luar negeri, dalam hal ini saudara-saudara kita di Sabah, Malaysia," ungkapnya.
Lebih jauh, Hariman berharap peringatan HDI tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi ruang edukasi bagi masyarakat untuk menghapus stigma terhadap penyandang disabilitas. Menurutnya, penyandang disabilitas memiliki kemampuan dan kelebihan yang patut mendapat pengakuan sehingga harus memperoleh kesempatan yang setara dalam kehidupan sosial maupun dalam mengembangkan potensi diri.
"Harapan kami, penyandang disabilitas ini ke depannya tidak lagi digolongkan sebagai orang yang kurang. Mereka punya banyak kelebihan dan harus diperlakukan setara dengan yang bukan penyandang disabilitas," tegasnya.
Hariman juga mendorong agar kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahun. Selain menjadi sarana edukasi, kegiatan tersebut diharapkan memberikan ruang lebih luas bagi penyandang disabilitas untuk tampil, berkarya, dan menunjukkan kemampuan mereka.
Ia pun berpesan kepada penyandang disabilitas, khususnya di Kabupaten Nunukan, agar tidak berkecil hati dan terus mengembangkan potensi yang dimiliki. "Tetap berkarya, tidak usah berkecil hati. Kita mempunyai peluang yang sama dalam berkarya di Republik Indonesia," pesannya. (sq)