Rumah Warung di Sekatak Ludes dalam 15 Menit, Warga Andalkan Ember Padamkan Api
BULUNGAN - Kurang dari 15 menit, sebuah rumah yang difungsikan sebagai warung milik Adi di Jalan Poros Kalimantan, Desa Terindak, Kecamatan Sekatak, Bulungan, ludes dilalap api, Kamis (29/10/2026). Kebakaran yang diduga diawali ledakan itu juga menyoroti keterbatasan sarana pemadam kebakaran di wilayah tersebut.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 12.00 WITA itu sempat menggemparkan warga. Sebelum api membesar, terdengar suara ledakan keras yang diduga berasal dari tabung gas elpiji.
Mami Juy (37), tetangga korban sekaligus saksi mata mengatakan, kebakaran bermula ketika tercium aroma seperti benda terbakar. Tak lama kemudian, asap hitam pekat terlihat mengepul dari bagian belakang rumah.
Situasi berubah mencekam setelah suara ledakan terdengar. Api dengan cepat membesar dan menghanguskan bangunan beserta isinya.
“Api begitu cepat membesar. Mungkin karena material rumah terbuat dari kayu sehingga api mudah merambat setelah terdengar suara ledakan,” ujar Mami Juy, Kamis (29/10/2026).
Menurutnya, istri pemilik warung, Patlia, berada di rumah saat kejadian. Ia diduga lupa mematikan kompor ketika mengisi bensin. Di tengah kepanikan, warga berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya.
Keterbatasan sarana pemadam kebakaran menjadi persoalan yang kembali disorot, mengingat akses menuju lokasi dinilai cukup jauh.
Mami Juy berharap pemerintah memberikan dukungan berupa sarana pemadam kebakaran agar warga tidak terus bergantung pada upaya swadaya ketika kebakaran terjadi.
“Kami berharap ada dukungan dan sarana pemadam kebakaran. Kita tidak tahu musibah apa yang akan terjadi ke depan. Selama ini, kalau ada kebakaran, kami mengandalkan gotong royong warga untuk mengambil air menggunakan ember dari satu rumah ke rumah lain,” katanya.
Sementara itu, jajaran Polsek Sekatak bersama Polresta Bulungan mendatangi lokasi setelah menerima laporan. Polisi melakukan pengamanan tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan keterangan saksi, dan memasang garis polisi untuk kepentingan penyelidikan.
Kapolresta Bulungan Kombes Pol Rofikoh Yunianto melalui Kasi Humas Polresta Bulungan Aipda Hadi mengatakan, langkah tersebut dilakukan untuk mendalami penyebab kebakaran.
“Kami langsung mendatangi lokasi untuk mengamankan TKP, mengumpulkan keterangan saksi-saksi, serta mengisolasi area dengan memasang garis polisi demi kepentingan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti kebakaran,” ujarnya.
Hingga berita ini ditulis, kerugian material akibat kebakaran belum dapat ditaksir. Adi selaku pemilik warung tidak berada di lokasi saat kejadian, sedangkan Patlia menjalani perawatan medis setelah insiden tersebut.
Tim pemadam kebakaran dari PT Adindo Hutani Lestari bersama warga kemudian melakukan pendinginan terhadap puing-puing bangunan untuk mencegah munculnya titik api susulan.
Situasi di sekitar lokasi dilaporkan telah terkendali. Adapun penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan kepolisian. (rk)
Artikel Terkait
- Akhirnya, Nama Irwan Sabri Masuk Daftar Panggilan Kejari Nunukan
- Ganti Rugi Lahan Perbatasan Belum Jelas, Warga Sebatik Utara Berutang hingga Rp500 Juta
- Ambisi Juara Umum Terbentur Anggaran, Belasan Cabor Tarakan Tak Dibiayai
- Bantuan Alat Usaha Rp100 Juta per Kelompok, Rahmawati Khawatir Berujung Dijual