SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
KALTARA TARAKAN

GenBI Diajak Peka, Kekeringan dan Karhutla Jadi Tantangan Lingkungan

LAYANAN : GenBI Kaltara memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis kepada warga dalam kegiatan SEMARAK di kawasan CFD Stadion Datu Adil Tarakan, Minggu (4/10/2026).

TARAKAN — Persoalan kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi tantangan lingkungan yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk generasi muda. Bank Indonesia (BI) Kalimantan Utara (Kaltara) mendorong mahasiswa yang tergabung dalam Generasi Baru Indonesia (GenBI) agar semakin peka terhadap persoalan sosial dan lingkungan di sekitarnya.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Kaltara, Agus Taufik mengatakan, kekeringan dan karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan, termasuk Kaltara, perlu disikapi secara bersama. Menurutnya, mahasiswa memiliki ruang untuk turut mengambil peran melalui kegiatan sosial maupun edukasi kepada masyarakat.

“Kondisi kekeringan dan karhutla yang terjadi di Kalimantan, termasuk Kalimantan Utara, menjadi persoalan yang harus disikapi bersama. Anak-anak muda, khususnya mahasiswa, juga didorong semakin peka terhadap kondisi sosial dan lingkungan seperti ini,” ujar Agus.

Menurut Agus, GenBI sebagai komunitas mahasiswa binaan BI dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam berbagai persoalan di masyarakat. Pengalaman turun ke lapangan dinilai penting untuk memperluas pemahaman mahasiswa terhadap kondisi lingkungan dan sosial di daerah.

“Risiko bencana seperti kekeringan dan karhutla ini harus diantisipasi secara berkelanjutan. GenBI sebagai wadah mahasiswa juga punya ruang untuk ikut melihat persoalan di masyarakat dan lingkungannya,” katanya.

Panen Sawit di Lahan Sendiri, Dihajar Perusahaan, Lapor Polisi Malah Berakhir di Penjara

Pesan tersebut disampaikan Agus dalam kegiatan SEMARAK (Sehat Masyarakat Bersama GenBI) di kawasan Car Free Day (CFD) Stadion Datu Adil Tarakan, Minggu (4/10/2026).

Kegiatan tersebut mempertemukan GenBI Kaltara dengan masyarakat melalui layanan pemeriksaan kesehatan, edukasi lingkungan hingga sosialisasi Cinta, Bangga dan Paham (CBP) Rupiah.

Lebih dari 100 warga memanfaatkan pemeriksaan kesehatan gratis yang meliputi pengukuran berat dan tinggi badan, gula darah, kolesterol serta asam urat. Warga juga mendapat kesempatan berkonsultasi dengan dokter umum terkait hasil pemeriksaan.

GenBI Kaltara turut membagikan masker kepada warga sekaligus memberikan edukasi mengenai penggunaannya saat beraktivitas di luar ruangan, terutama di tengah kondisi kualitas udara yang sempat terdampak sebaran asap.

Menurut Agus, pemanfaatan ruang publik seperti CFD memungkinkan edukasi disampaikan dengan cara yang lebih dekat dengan masyarakat.

Pajak Dibayar di Luar Kaltara, Denny: Jangan Mau Menikmati Jalannya Saja

“CFD ini kan ruang publik, masyarakat datang untuk berolahraga dan beraktivitas. Jadi tempat seperti ini bisa dimanfaatkan untuk memberikan edukasi. Ada pemeriksaan kesehatan, ada konsultasi, kemudian masyarakat juga bisa mendapatkan informasi dari Bank Indonesia,” jelasnya.

Selain isu kesehatan dan lingkungan, GenBI Kaltara memberikan edukasi CBP Rupiah melalui kuis interaktif bersama pengunjung CFD. Materi yang disampaikan mencakup cara mengenali, merawat dan memahami Rupiah.

Agus menilai kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana bagi mahasiswa untuk belajar berinteraksi dengan masyarakat secara langsung. Pengalaman itu diharapkan membuat mahasiswa tidak hanya aktif dalam kegiatan kampus, tetapi juga memahami persoalan yang berkembang di lingkungan sekitar.

“Mahasiswa punya peran besar untuk ikut peka terhadap kondisi sosial dan lingkungan. Mereka juga bisa belajar dari masyarakat secara langsung. Kegiatan seperti ini memberi pengalaman bagi mereka untuk memahami persoalan yang ada di sekitarnya,” pungkas Agus. (rz)

BBM Dalam Negeri Kosong, Warga Perbatasan Beralih ke Malaysia
× Advertisement
× Advertisement