SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
KALTARA BULUNGAN

Udara Tanjung Selor Masuk Kategori Tidak Sehat

KUALITAS UDARA: Kondisi udara di Kabupaten Bulungan yang masih diselimuti kabut asap membuat sejumlah pengendara menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, Senin (5/10/2026).

TANJUNG SELOR – Aktivitas warga di Kabupaten Bulungan masih berlangsung seperti biasa. Namun, kualitas udara di Tanjung Selor justru menunjukkan kondisi yang perlu diwaspadai. Konsentrasi PM2.5 terukur mencapai 108,1 mikrogram per meter kubik dan masuk kategori tidak sehat.

Data tersebut merupakan pemutakhiran Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Tanjung Harapan pada Senin (5/10/2026) pukul 11.00 WITA.

Staf Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tanjung Harapan Bayu mengatakan, konsentrasi PM2.5 berada pada rentang yang dikategorikan tidak sehat, yakni 55,5 hingga 150,4 ยตg/mยณ.

โ€œNilai PM2.5 saat ini tercatat mencapai 108,1 ฮผg/mยณ. Berdasarkan ambang batas indeks kualitas udara PM2.5, kondisi ini dikategorikan tidak sehat,โ€ ujar Bayu.

Kondisi tersebut terutama perlu diperhatikan oleh kelompok masyarakat yang lebih sensitif terhadap perubahan kualitas udara. Anak-anak, lanjut usia, serta warga yang memiliki riwayat gangguan pernapasan menjadi kelompok yang paling berisiko terdampak.

Panen Sawit di Lahan Sendiri, Dihajar Perusahaan, Lapor Polisi Malah Berakhir di Penjara

โ€œPada kategori ini, kualitas udara mulai berisiko bagi kelompok sensitif seperti penderita gangguan pernapasan, anak-anak, serta lansia, dan turut berdampak pada hewan serta tumbuhan,โ€ katanya.

Di lapangan, kondisi udara yang dibayangi kabut asap tipis mulai membuat sebagian warga meningkatkan kewaspadaan. Sejumlah pengendara maupun warga yang beraktivitas di luar ruangan terlihat kembali menggunakan masker.

BMKG juga mengingatkan masyarakat Kalimantan Utara untuk tetap mencermati perkembangan cuaca. Perubahan kondisi atmosfer berpotensi memicu hujan yang dapat disertai angin maupun pertumbuhan awan signifikan.

โ€œKelompok masyarakat yang lebih sensitif seperti anak-anak, lansia, atau individu dengan riwayat gangguan pernapasan disarankan membatasi aktivitas luar ruangan yang terlalu lama apabila mulai merasakan iritasi atau gangguan pada saluran pernapasan,โ€ jelasnya.

Masyarakat juga diminta memantau perkembangan kualitas udara dan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG. Kewaspadaan terutama diperlukan ketika kualitas udara kembali memburuk atau muncul keluhan kesehatan setelah beraktivitas di luar ruangan.

Pajak Dibayar di Luar Kaltara, Denny: Jangan Mau Menikmati Jalannya Saja

Dengan PM2.5 yang sudah berada pada kategori tidak sehat, kondisi udara di Tanjung Selor menjadi pengingat bahwa kabut yang tampak tipis belum tentu berarti kualitas udara aman untuk semua kelompok masyarakat. (rk)

ร— Advertisement
ร— Advertisement