SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Inspirasi Kaltara Lifestyle Nunukan Technology Transportasi

Berbagi Cerita dengan RC Club NBS, Garap Hobi Mahal yang Bikin Kompak

SERU! : Tampak peserta menikmati RC mereka yang digelar di salah satu sudut kawasan perkebunan kelapa sawit PT NSB di Desa Sujau, Kecamatan Sebuku.

​Punya hobi mengendalikan mobil Remote Controle (RC) di perkotaan mungkin sudah biasa. Bagaimana bila hobi tersebut dimainkan di tengah lahan perkebunan sawit yang jaraknya sangat jauh dari pusat kota? Kepada satukaltara.com, Pengurus RC Club NBS membagikan kisah mereka.

Redaksi, satukaltara.com

TERPISAH jarak ratusan kilometer dari pusat kota di Pulau Nunukan, PT Nunukan Bara Sejahtera (NBS) cukup jauh bila ingin ditempuh dalam waktu singkat. Namun, mobil-mobil off-road milik pekerja PT NBS yang berjajar gagah di tengah lahan sawit di sana membuat jarak tersebut terpangkas menjadi dekat.

Ya, mobil itu memangkas keinginan para pekerja untuk mendatangi pusat kota. Mobil-mobil mahal tersebut telah melekat menjadi hobi. Waktu senggang diisi dengan menantang jalan, menerobos rintangan, menjajal kejenuhan menjadi kesenangan.

“Ini bukan sekadar penyaluran hobi. Ini wadah. Ini semacam tempat kita untuk menyalurkan hobi yang sama, namun juga menjadi penyambung semangat kita usai bekerja,” ungkap Kee Jebbie bin Abdul Aziz, Dewan Penasihat RC Club NBS saat ditemui satukaltara.com belum lama ini.

Retribusi 14 OPD Dibidik, Target PAD Kaltara Rp21 Miliar

Tak hanya sekadar kata, Kee Jebbie –sapaan akrabnya– langsung memberikan sejumlah video yang menunjukkan bagaimana mobil off-road mereka beraksi di medan yang cukup menegangkan. Baru dibuka, video tersebut langsung menunjukkan gerak mobil yang gahar.

Makin diikuti, suara derit ban terdengar keras. Ada yang nyaris terbalik, ada yang masih kuat merayap di atas bebatuan. Makin jauh, mobil itu terlihat bekerja keras menaklukkan tanjakan yang cukup curam.

Tak lama, di sekitar lintasan, gelak tawa dan teriakan dari beberapa pria terdengar. Mereka saling memberikan petunjuk, dan bersahut-sahutan. Tak ada lagi ketegangan seperti saat jam kerja. Seakan lepas dari tuntutan yang terus mengejar waktu senggang.

Ternyata, mereka adalah belasan pekerja pria yang sehari-harinya habis di lahan perkebunan sawit milik PT NBS, Desa Sujau, Kecamatan Sebuku. Mereka terlihat sibuk memegang remote control. Mata mereka tertuju dan fokus pada mobil miniatur berukuran 1:10  yang sedang merayap di medan off-road.

“Kegiatan ini rutin kami lakukan. Kami juga beberapa kali bikin kompetisi,” kata Kee Jebbie bangga.

Kabut Asap Belum Usai, BMKG Deteksi Dua Titik Panas
MENANTANG : Salah satu sudut menantang yang dijajal penikmat RC off-road di perkebunan kelapa sawit yang dikelola PT NBS, Desa Sujau, Kecamatan Sebuku.

​Demikianlah gambaran kehangatan rutin yang dibangun oleh komunitas yang digagas oleh para pekerja tersebut. Tak terasa juga, organisasi hobi yang diwadahi secara resmi ini telah genap berusia satu tahun.
​”Kalau di tempat kerja kita fokus pada target dan profesionalisme. Nah, di arena RC ini kita belajar saling dukung dengan cara yang menyenangkan. Kebersamaan di lintasan justru membawa dampak positif pada chemistry dan kerja sama kami di tempat kerja,” ungkap pria penyuka motor klasik tersebut.

Setiap minggu, kata dia, sebanyak 17 anggota aktif organisasi ini selalu meluangkan waktu untuk kumpul bersama. Tak jarang, demi mencari tantangan baru dan suasana segar, mereka memboyong mobil-mobil mungil mereka jauh ke luar dari area lokasi kerja. Di sana, mereka menjajal berbagai bentang alam dan medan ekstrem di sekitar wilayah kerja mereka yang cukup luas.

SENSASI MODIFIKASINYA MENGEJUTKAN, DARI RP1 JUTA HINGGA TEMBUS RP20 JUTA

​SATU hal unik yang membuat hobi ini makin memikat adalah seni modifikasinya. Di awal, mobil RC yang dibeli mungkin berharga relatif murah dan terjangkau. Namun, begitu masuk ke ranah off-road sejati, ‘tangan-tangan kreatif’ para anggota mulai bekerja.

Agar mobil mampu menyeberangi genangan air, memanjat tebing batu, atau melintasi lumpur tebal, berbagai komponen harus ditingkatkan. Mulai dari mengganti ban berulir dalam, menyetel shockbreaker, memasang winch mini, hingga menyematkan mesin brushless bertenaga tinggi.

Lapas Nunukan Benahi Pelayanan, Komitmen Diuji di Lapangan

​”Beli unit dasarnya mungkin terjangkau, tapi kalau sudah kepincut modifikasi, nilainya bisa naik berlipat-lipat. Ada yang habis jutaan rupiah. Bahkan ada unit milik anggota yang nilai modifikasinya sudah menyentuh angka Rp20 juta,” ceritanya sembari tertawa.

​Tak heran jika fasilitas pendukung pun disiapkan secara serius di sebuah bengkel mini, khusus tempat para anggota berkumpul usai menjajal sirkuit. Di bengkel inilah aroma baterai, kabel dan deretan perkakas mini menyatu dengan obrolan hangat—mulai dari urusan ganti gearbox, reparasi komponen yang patah, hingga ajang tukar pikiran seputar trik menaklukkan rintangan.

Tambah Kee Jebbie, meskipun berawal dari hobi yang cukup santai, tata kelola organisasi ini dijalankan dengan rapi. “Setiap bulan, para anggota menyisihkan iuran sebesar Rp100 ribu,” katanya.

Dana tabungan bersama ini, papar Kee Jebbie, dimanfaatkan untuk perawatan bengkel mini, pembenahan lintasan, hingga penyediaan konsumsi saat kumpul rutin. ​Setahun berjalan, antusiasme karyawan lain untuk bergabung kian terlihat. Jumlah anggota mereka pun diprediksi akan terus bertambah seiring makin populernya olahraga miniatur ini di lingkungan perusahaan.

​”Bagi kawan-kawan, mobil ini mungkin berukuran kecil. Namun nilai kebersamaan, kekompakan, dan kebahagiaan yang dihasilkan dari deru mesin mungil ini sungguh berdampak besar,” ungkap pria yang juga kolektor robot-robot Transformers tersebut kepada satukaltara.com.

Nah, dalam waktu dekat, ungkap Kee Jebbie, mereka akan menggelar kompetisi yang melibatkan sejumlah pihak. Kompetisi tersebut dipastikan berjalan seru dengan hadiah menarik dan medannya menantang siapa saja yang ikut dalam kegiatan ini.

“Kalau mau ikut, nanti bisa datang langsung ke perusahaan. Sebelum ini, kami juga bikin kegiatan bersama orang-orang BNI (Bank Negara Indonesia),” katanya.

IZIN ISTRI : Salah satu syarat mengikuti kegiatan ini, oleh pengurus RC Club NBS adalah seluruh peserta wajib memegang izin istri sebelum menjajal medan terjal dan berbahaya ini.

Demikianlah makna hobi ini bagi Kee Jebbie. Meski berada di tengah belantara yang sunyi, jauh dari hiruk-pikuk kota yang ramai, pria berdarah melayu ini menganggap kawasan perkebunan sawit PT NBS bukanlah ‘penjara’ bagi kebebasan mereka. Tak hanya itu, Kee Jebbie berkelakar, hobi yang mereka tekuni juga tak seruwet hobi memancing di laut yang harus memohon izin istri di rumah.

“Syarat ikut kegiatan ini harus SNI. Sebelum ke tempat kegiatan harus SNI, ‘Sudah Nanya Istri’? Supaya kita semua aman di tempat kegiatan, hahaha…” tutup Kee Jebbie tak kuasa menahan gelak tawa. (2ku)

× Advertisement
× Advertisement