NUNUKAN – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Nunukan membidik peningkatan perolehan kursi di DPRD pada Pemilu 2029. Dari satu kursi yang dimiliki saat ini, PKB menargetkan dua hingga tiga kursi. Namun, ambisi tersebut menuntut lebih dari sekadar konsolidasi organisasi. Partai harus membuktikan kehadirannya melalui kerja nyata yang dirasakan masyarakat.
Target itu disampaikan Ketua DPW PKB Kalimantan Utara, Herman, saat pengukuhan pengurus DPC PKB Kabupaten Nunukan masa bakti 2026–2031, Rabu (14/10/2026). Kegiatan tersebut dirangkai dengan orientasi politik dan Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab).
Herman menegaskan, pengukuhan pengurus tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial. Kepengurusan baru harus menjadi titik awal untuk memperkuat organisasi sekaligus menerjemahkan arah perjuangan partai ke dalam program yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
“PKB memiliki satu kursi di DPRD Kabupaten Nunukan. Dengan tekad bersama untuk bangkit, solid, dan menang, kita berharap dapat menargetkan dua hingga tiga kursi pada pemilu mendatang,” ujarnya.
Target tersebut menjadi tantangan bagi PKB untuk memperluas dukungan politik di Nunukan. Penguatan struktur partai perlu diikuti kemampuan kader membangun kedekatan dengan masyarakat dan merespons persoalan yang dihadapi warga.
Menurut Herman, perjuangan politik tidak semata-mata bertujuan memperoleh kekuasaan. Kekuasaan harus digunakan untuk mendorong pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kebijakan yang berpihak pada kepentingan publik.
“Bagaimana menggunakan kekuasaan tersebut untuk menciptakan kesejahteraan melalui kebijakan yang diambil,” katanya.
Ia juga mengingatkan kader agar mengedepankan jiwa kenegarawanan dalam menjalankan peran politik. Kepentingan masyarakat dalam jangka panjang, menurut dia, harus lebih diutamakan daripada kepentingan sesaat.
Sementara itu, Ketua DPC PKB Kabupaten Nunukan, Donal, meminta seluruh pengurus serius mengikuti orientasi politik untuk menyamakan pemahaman, memperkuat ideologi, serta memperdalam wawasan keorganisasian dan keagamaan.
Donal menilai, tantangan politik ke depan menuntut partai yang modern, adaptif, dan responsif terhadap persoalan masyarakat. Karena itu, pengurus tidak cukup hanya memahami struktur dan program partai, tetapi juga harus mampu hadir di tengah warga.
“Ke depan, tantangan partai tentu tidak semakin ringan. Kita dituntut untuk menjadi partai yang modern, adaptif, responsif terhadap persoalan masyarakat, serta mampu mengakar kuat di tengah-tengah masyarakat,” ungkapnya.
Ia mengajak pengurus memperkuat solidaritas, mendengarkan keluhan warga, dan menjadikan PKB sebagai bagian dari upaya mencari solusi atas berbagai persoalan masyarakat.
“Bekerjalah dengan hati, turun langsung ke masyarakat, dengarkan keluh kesah mereka, dan jadikan PKB sebagai solusi nyata atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat,” ujar Donal.
Donal berharap dukungan dan arahan dari pimpinan PKB tingkat wilayah maupun pusat agar kepengurusan DPC Nunukan dapat menjalankan amanah organisasi secara bertanggung jawab.
Dengan masa kepengurusan hingga 2031, DPC PKB Nunukan memiliki tanggung jawab untuk membangun organisasi yang solid dan memperkuat kepercayaan masyarakat. Target dua hingga tiga kursi DPRD pada Pemilu 2029 pun akan menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan konsolidasi tersebut. (sq)




