BULUNGAN – Anggaran Rp730,3 juta untuk pembangunan fasilitas sanitasi di kawasan Keanekaragaman Hayati (KEHATI) Kabupaten Bulungan menjadi perhatian publik. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bulungan menyebut fasilitas tersebut bukan sekadar toilet biasa, melainkan bangunan sanitasi terpadu dengan sejumlah komponen pendukung.
Proyek yang berada di Kecamatan Tanjung Selor itu memiliki nilai kontrak Rp730.337.213. Pekerjaan bersumber dari Dana Bagi Hasil (DBH) tersebut dikontrakkan pada 14 Agustus 2026 dengan masa pelaksanaan 120 hari kalender.
Berdasarkan dokumen pekerjaan, kontrak bernomor 000.3.2/07/SP/DLH-IV itu dikerjakan CV Muhammad Syaif Bahri sebagai kontraktor pelaksana. Sementara pengawasan dipercayakan kepada CV Expose Estetika Engineering.
Besarnya nilai kontrak memunculkan pertanyaan mengenai rincian pekerjaan, spesifikasi teknis, dan komposisi anggaran yang digunakan untuk membangun fasilitas tersebut.
Kepala DLH Bulungan, H. Ismail menjelaskan, anggaran itu tidak hanya digunakan untuk membangun toilet standar. Menurut dia, proyek tersebut mencakup fasilitas sanitasi terpadu yang dirancang untuk menunjang aktivitas masyarakat dan pengunjung kawasan KEHATI.
“Perencanaan telah disusun berdasarkan perhitungan volume pekerjaan, Analisa Harga Satuan Pekerjaan (AHSP), serta spesifikasi material yang memenuhi standar kelayakan publik,” ujar Ismail.
Dia merinci, pekerjaan meliputi struktur dasar bangunan, penyediaan tangki septik ramah lingkungan atau eco-septic tank, jaringan instalasi air bersih dan sanitasi, serta penataan area sekitar bangunan.
Fasilitas itu juga disebut mencakup beberapa unit bilik toilet, akses bagi penyandang disabilitas, instalasi pengolahan limbah mandiri, dan penataan estetika luar.
“Fasilitas yang dibangun bukan sekadar toilet biasa, melainkan fasilitas sanitasi publik yang inklusif dan ramah lingkungan untuk mendukung Kawasan Keanekaragaman Hayati,” katanya.
Meski demikian, penjelasan mengenai cakupan pekerjaan tersebut belum merinci pembagian nilai anggaran untuk setiap komponen, termasuk biaya struktur, instalasi sanitasi, tangki septik, dan penataan kawasan.
Rincian volume pekerjaan dan harga satuan menjadi informasi penting untuk memberikan gambaran lebih utuh mengenai komposisi biaya proyek yang mencapai lebih dari Rp730 juta tersebut.
Ismail menegaskan, DLH Bulungan bersama konsultan pengawas dan tim teknis melakukan pengawasan secara bertahap untuk memastikan pekerjaan sesuai spesifikasi dan ketentuan pengadaan barang dan jasa pemerintah.
“Kami memastikan setiap rupiah dari Dana Bagi Hasil ini dibelanjakan secara rasional, akuntabel, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta pengunjung kawasan KEHATI,” tegasnya.
Ismail mengaku, DLH Bulungan menyatakan terbuka terhadap pertanyaan masyarakat mengenai penggunaan anggaran maupun pelaksanaan proyek. Ismail mengatakan pihaknya siap memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai spesifikasi teknis dan progres pembangunan.
“Kami mengedepankan transparansi dan akuntabilitas. Masyarakat berhak tahu, dan kami siap memberikan penjelasan detail mengenai spesifikasi teknis maupun progres pembangunan ini,” pungkasnya. (rk)




