NUNUKAN – Tiang lampu penerangan jalan di RT 06, Kelurahan Nunukan Selatan, menjadi sorotan DPRD Kabupaten Nunukan karena dinilai kurang kokoh dan berpotensi roboh. Kondisi ini memunculkan pertanyaan tentang kualitas pemasangan fasilitas publik yang pengadaannya diperkirakan mencapai 30 unit.
Ketua Komisi II DPRD Nunukan, Andi Fajrul Syam, meminta penyedia segera mengevaluasi hasil pekerjaan dan memperbaiki pemasangan tiang yang dinilai belum memenuhi standar keamanan.
Menurutnya, pemasangan fasilitas umum tidak boleh hanya mengejar penyelesaian pekerjaan. Kekuatan konstruksi harus menjadi perhatian agar fasilitas tersebut aman digunakan dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.
“Jujur saja, saya sangat miris melihat kondisi ini. Pengadaan yang seharusnya bisa bermanfaat bagi masyarakat, tetapi karena dikerjakan secara tidak maksimal, manfaatnya menjadi kurang optimal dan hasilnya pun kurang rapi,” ujar Fajrul Jumat (16/10/2026).
Ia menyebutkan, pengadaan lampu penerangan jalan di wilayah Nunukan Selatan diperkirakan mencapai sekitar 30 unit. Karena itu, evaluasi perlu dilakukan secara menyeluruh, bukan hanya terhadap tiang yang terlihat bermasalah.
Fajrul menyarankan agar tiang ditanam lebih dalam dan bagian fondasinya diperkuat melalui pengecoran. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kestabilan tiang agar tidak mudah roboh.
Ia mengingatkan, pemasangan tiang yang kurang kokoh berpotensi membahayakan warga, terutama jika roboh ketika masyarakat beraktivitas di sekitarnya.
Padahal, lampu penerangan jalan merupakan fasilitas publik yang berfungsi menunjang kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan, khususnya pada malam hari.
Karena itu, Fajrul mendesak penyedia segera menindaklanjuti persoalan tersebut melalui perbaikan di lapangan. Pemeriksaan terhadap seluruh tiang juga diperlukan untuk memastikan kualitas pemasangan dan mencegah masalah serupa terulang.
Ia menegaskan, setiap pengadaan fasilitas publik harus mengutamakan mutu pekerjaan dan keselamatan masyarakat. Dengan begitu, anggaran yang digunakan benar-benar menghasilkan infrastruktur yang layak dan dapat dimanfaatkan secara optimal. (ryn)




