NUNUKAN – Dua truk mengalami insiden di area bongkar-muat peti kemas Pelabuhan Tunon Taka, Kabupaten Nunukan, Kamis (15/10/2026) sore. Satu truk terbalik, sedangkan truk lainnya nyaris terbalik hingga ratusan kardus air minum kemasan berhamburan.
Insiden yang terjadi dalam rentang pukul 14.00 hingga 16.00 Wita itu kembali menyoroti kondisi jalan di kawasan operasional pelabuhan. Di tengah persoalan tersebut, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) menyatakan perbaikan jalan masih diupayakan dan ditargetkan rampung tahun ini.
Humas Pelindo IV Nunukan, Arisandy Arief mengatakan, pengerjaan jalan terkendala aktivitas bongkar-muat yang tetap berlangsung di kawasan pelabuhan. “Untuk jalan itu kami sudah melakukan perbaikan. Insya Allah nanti rampung tahun ini,” ujar Arisandy, Jumat (16/10/2026).
Menurut dia, pengerjaan jalan dan kegiatan bongkar-muat tidak dapat dilaksanakan secara bersamaan karena berkaitan dengan operasional pelabuhan. “Kita tidak bisa laksanakan keduanya (pengerjaan jalan dan operasi bongkar muat), karena terkait dengan operasional,” katanya.
Saat ditanya mengenai langkah konkret untuk menangani kondisi jalan yang disebut telah beberapa kali menjadi perhatian, Arisandy menyebut penimbunan sebagai upaya yang akan dilakukan. “Ya, kita akan menimbun,” ujarnya singkat.
Sementara itu, rekaman video yang beredar di masyarakat memperlihatkan dua insiden truk di area bongkar-muat tersebut. Sejumlah tenaga kerja bongkar muat (TKBM) tampak berada di sekitar lokasi ketika kejadian berlangsung.
Truk pertama, yang berdasarkan informasi awal mengangkut tegel, terlihat terbalik ke sisi kanan di dekat gerbang masuk area bongkar-muat peti kemas. Pada kejadian lainnya, truk pengangkut kardus air minum kemasan merek Aqua mengalami insiden hingga muatannya berhamburan dari bagian belakang kendaraan. Kardus-kardus tersebut kemudian dipindahkan pekerja ke truk pengganti untuk dibawa ke gudang.
Informasi awal menyebutkan insiden pada truk kedua diduga berkaitan dengan beban muatan yang melampaui kapasitas kendaraan. Namun, penyebab pasti kedua insiden belum dapat dipastikan. Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh informasi terverifikasi mengenai ada atau tidaknya korban.
Di sisi lain, Pelindo menyatakan penerapan prosedur keselamatan tetap menjadi bagian dari kegiatan operasional pelabuhan. Upaya tersebut meliputi pengarahan keselamatan atau safety briefing, penggunaan alat pelindung diri (APD), serta patroli keselamatan atau safety patrol.
“Setiap kegiatan kami akan adakan safety patrol, untuk keamanan dan segala macam. Sebelum kegiatan, kita safety briefing, baca doa, dan memakai alat APD,” kata Arisandy.
Meski demikian, dua insiden tersebut menyisakan pertanyaan mengenai kondisi jalan dan pengaturan keselamatan kendaraan berat selama aktivitas bongkar-muat berlangsung, terutama ketika perbaikan infrastruktur belum sepenuhnya rampung.
Pelindo menargetkan perbaikan jalan selesai tahun ini. Namun, hingga kini belum ada penjelasan lebih terperinci mengenai jadwal pengerjaan, metode penanganan selain penimbunan, maupun pengaturan lalu lintas kendaraan selama proses perbaikan berlangsung. (sq)




