TANJUNG SELOR — Belum genap setengah tahun menjabat sebagai Kapolda Kaltara, Irjen Pol Agus Wijayanto tiba-tiba ditarik Mabes Polri untuk menempati tugas barunya. Dalam telegram Kapolri tertanggal 10 Oktober 2026, lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1993 ini diberi amanah menjadi Kapolda Kepulauanh Bangka Belitung.
Sebagai pengganti, Kapolri menugaskan Brigjen Pol Andi Syahriful Taufik. Perwira tinggi Polri kelahiran Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan ini resmi dipercaya memegang tongkat komando sebagai Kapolda Kaltara berdasarkan Surat Telegram Kapolri nomor : ST/2251/X/KEP/2026 tertanggal 10 Oktober 2026.
Berdasarkan informasi, mutasi ini merupakan bagian dari pergeseran 199 personel Polri yang dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto. Dari data yang dihimpun media ini, Andi Syahriful Taufik merupakan alumni Akpol tahun 1994 ini memiliki keahlian utama, yakni Pembinaan Sumber Daya Manusia (SDM) dan Pengawasan Internal (Itwasum)
Meskipun riwayat pendidikan umum dan penjenjangan kepolisian lanjutan belum sepenuhnya dipublikasikan secara detail, rekam jejak kariernya di lapangan membuktikan kapasitas kepemimpinan sang jenderal yang mumpuni. Bisa dilihat dari perjalanan karier dan riwayat jabatan yang dia emban, dihiasi oleh peran vital dalam mengelola manajemen personel serta pengawasan internal di lingkungan Polri.
Sebelum menjadi Kapolda Kaltara, Andi Syahriful Taufik menjabat Karo SDM Polda Banten, Karo SDM Polda Lampung, Karo SDM Polda Jawa Timur, Pejabat Pengawasan Internal Itwasum Polri, dan terakhir menjabat Irwil V Itwasum Polri. Saat ini, Andi Syahriful Taufik dipercaya sebagai orang nomor satu kepolisian di wilayah perbatasan yang karakteristik harus menuntut kepemimpinan yang tegas dan sigap, khususnya dalam mengawal beberapa isu prioritas.
Isu-isu itu dimulai dengan memperketat pengawasan di titik-titik rawan perbatasan darat maupun laut, kejahatan lintas negara yang dipenuhi dengan penyelundupan barang ilegal, pekerja migran ilegal, hingga peredaran narkotika. Penguatan Hukum & Pelayanan Publik. Tak hanya itu, letak geografis dan kondisi sosial yang kompleks, kepolisian juga dituntut untuk meningkatkan rasa aman dan akses pelayanan kepolisian bagi seluruh masyarakat Kaltara hingga ke pelosok.
Sehingga, penunjukan Andi Syahriful Taufik sebagai Kapolda, tak hanya menjadi tonggak penting dalam rekam jejak karier, tetapi juga menginspirasi generasi muda di tanah kelahirannya, Bone, bahwa integritas dan dedikasi mampu membawa seorang putra daerah menuju puncak kepemimpinan nasional. (rk)




