TANJUNG PALAS – Hari Minggu yang tenang di Desa Teras Nawang, Kecamatan Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan tiba-tiba buyar dan berubah menjadi kepanikan yang luar biasa. Hal itu terjadi sekira pukul 10.30 Wita saat warga yang bermukim di RT 002 mendengar suara derak kayu pecah di udara.
Suara itu ternyata bagian dari peristiwa kebakaran yang menghanguskan rumah warga bernama Ayub Madan (62). Rumah berkonstruksi kayu yang selama ini menjadi tempat berteduh Ayub dan keluarga harus rela melebur dengan cepat menjadi arang.
Yopi (32), anak Ayub, menjadi saksi pertama detik-detik pertama peristiwa mencekam tersebut. Semuanya bermula dari suara janggal dari arah plafon rumah, saat kayu jatuh, yang langsung disusul kemunculan lidah api di area kamar utama.
“Saat saksi memeriksa sumber api, api sudah membakar bagian plafon kamar,” ungkap Kapolsek Tanjung Palas, Iptu Ari Siswoyo, S.E.
Saksi, kata Ari, sempat berupaya melakukan pemadaman mandiri. Namun, karena material bangunan rumah terbuat dari kayu, api dengan cepat membesar dan melahap bangunan.
Pelan tapi pasti, api dengan lahap merayap di setiap jengkal bilik kayu. Upaya pemadaman mandiri seketika tak berdaya menghadapi amukan si jago merah.
Di saat genting itulah, imbuh Ari, warga Desa Teras Nawang menunjukkan arti kebersamaan yang sesungguhnya. Tanpa dikomando, mereka berhamburan bahu-membahu menjinakkan api dengan alat seadanya. Berkat kepungan solidaritas warga yang tak kenal lelah, amukan api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 13.00 Wita.
“Korban jiwa nihil. Barang terselamatkan; sejumlah dokumen penting dan dua unit sofa. (Untuk) Kerugian material, masih dalam proses pendataan lebih lanjut,” terang Ari.
Dan tibalah hasil pemeriksaan awal di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Informasinya, kebakaran itu mengarah pada satu dugaan klasik namun mematikan, yakni korsleting alias hubungan arus pendek listrik. Polisi langsung mencatatnya, lalu menyusun laporan tersebut menjadi hasil penyelidikan awal.
“Jajaran Polsek Tanjung Palas bergerak cepat mengamankan lokasi, mendata korban, hingga merajut koordinasi bersama Pemerintah Desa Teras Nawang,” katA Ari.
Demikianlah musibah yang telah merenggut tempat tinggal Ayub. Tetapi, di sisi lain, kepedulian warga sekitar tidak lantas padam. Sesuai rencana, Senin, 5 Oktober 2026 pagi, diagendakan untuk membersihkan puing-puing sisa kebakaran yang menandai bahwa duka Ayub Madan adalah duka bersama warga Tanjung Palas yang siap bangkit kembali. (rk)




