TANJUNG SELOR – Area Pelabuhan Kayan II dan Pelabuhan Kayan VI di Tanjung Selor mendadak jadi sorotan. Bukan karena ada perayaan atau pun pejabat yang datang, melainkan adanya upaya penjagaan dan pengawasan ketat dari pasukan Direktorat Samapta (Ditsamapta) Polda Kaltara untuk mempersempit pelarian penyelundup narkoba di pintu keluar dan masuk ke Kabupaten Bulungan tersebut.
Tak hanya menjaga ketat, tapi juga menerjunkan pasukan elitnya, berupa Unit Anjing Pelacak (K9). Langkah taktis ini diambil bukan sekadar patroli biasa, melainkan strategi jitu untuk menyisir celah-celah rawan yang kerap dimanfaatkan sindikat gelap dalam menyelundupkan narkotika dan barang-barang terlarang lainnya.
Direktur Samapta Polda Kaltara, Kombes Pol Andreas Deddy Wijaya menegaskan, pengamanan ekstra ini adalah komitmen nyata kepolisian dalam menjaga stabilitas dan kondusivitas wilayah Kaltara. Bahkan, satwa terlatih mereka turunkan dirancang khusus untuk mendeteksi ancaman secara kilat dan presisi di tengah padatnya arus penumpang serta barang.
“Patroli Unit K9 kami laksanakan secara rutin untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas, termasuk peredaran narkotika maupun barang-barang terlarang lainnya,” tegas Andreas.
Sebagai gerbang mobilitas krusial masyarakat, kawasan pelabuhan menuntut pengawasan tanpa kompromi. Kombes Pol Andreas memastikan bahwa pihaknya tidak akan memberi ruang sedikit pun bagi para pelaku kejahatan untuk beraksi di wilayah hukum Polda Kaltara.
“Kami ingin memastikan aktivitas masyarakat di kawasan pelabuhan dapat berlangsung dengan aman dan tertib,” katanya penuh optimis.
Dengan pengawalan ketat dan siaga penuh ini, kehadiran Unit K9 di Pelabuhan Kayan diharapkan mampu memberikan rasa aman yang nyata bagi para penumpang dan seluruh masyarakat yang beraktivitas setiap harinya.ย (rk)




