SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kaltara Bulungan Hukum & Kriminal

Pertalite Langka di Bulungan, 151 Jeriken Malah Dibawa ke Kaltim

TERDUGA PELAKU : Polisi mengamankan 151 jeriken berisi Pertalite bersubsidi dan dua orang terduga pelaku dalam pengungkapan dugaan penyalahgunaan distribusi BBM di Bulungan, Rabu (14/10/2026) malam.

BULUNGAN – Saat masyarakat Bulungan kerap kesulitan mendapatkan Pertalite, 151 jeriken berisi bahan bakar bersubsidi justru diduga disiapkan untuk dibawa ke Kalimantan Timur (Kaltim). Pengangkutan BBM ke luar daerah itu disinyalir berlangsung rutin hingga dua kali sepekan.

Praktik yang diduga menyimpang dari peruntukan subsidi tersebut terbongkar setelah Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Resmob Ditreskrimum Polda Kalimantan Utara (Kaltara) mengamankan dua orang berinisial W dan B, Rabu (14/10/2026) malam.

Dalam operasi itu, polisi menyita 151 jeriken berisi Pertalite dan satu unit mobil pikap Daihatsu Gran Max. BBM tersebut diduga akan dibawa ke Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur, Kaltim, untuk dijual kembali.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kaltara Kombes Pol Yudhistira Midyahwan mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal dari penelusuran terhadap dugaan penyalahgunaan distribusi BBM bersubsidi.

“Dari hasil pengungkapan, terdapat dugaan tindak pidana penyalahgunaan BBM bersubsidi yang kini ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum,” ujar Yudhistira, Kamis (15/10/2026).

Hindari Penipuan Online, Polisi Ingatkan Cek Identitas Penjual dan Rekening Tujuan

Menurut dia, ratusan jeriken tersebut diduga dikumpulkan dari pengetap maupun penampung lokal di Bulungan. Pengangkutan BBM ke luar daerah itu juga disinyalir bukan kali pertama terjadi, melainkan telah menjadi aktivitas rutin hingga dua kali dalam sepekan.

Frekuensi tersebut menjadi salah satu petunjuk penting untuk menelusuri kebocoran distribusi Pertalite di Bulungan. Namun, sejauh mana praktik tersebut berkontribusi terhadap kelangkaan BBM di tingkat konsumen masih perlu didalami melalui penyidikan. “Aktivitas ini diduga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan stok BBM bersubsidi di Bulungan kerap habis,” tegasnya.

Dugaan pengalihan BBM bersubsidi ke luar daerah menjadi persoalan serius karena pasokan tersebut diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak menerima subsidi. Ketika distribusi menyimpang dari peruntukannya, masyarakat berisiko semakin kesulitan mendapatkan BBM untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Meski dua orang telah diamankan, pengungkapan kasus ini belum menjawab seluruh mata rantai distribusi. Asal pasokan Pertalite, pihak yang mengumpulkan BBM, hingga calon pembeli di Muara Wahau masih menjadi bagian yang perlu ditelusuri.

Untuk pendalaman perkara, penanganan selanjutnya diserahkan kepada Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kaltara. Penyidikan akan dilakukan sesuai ketentuan perundang-undangan di bidang minyak dan gas bumi. “Penanganan penyidikan lebih lanjut akan dilakukan Ditreskrimsus Polda Kaltara sesuai ketentuan UU Migas,” kata Yudhistira.

Duduk Jongkok Tunggu Panggilan, 139 Deportan Malaysia Tiba di Nunukan

Selain mengusut perkara, kepolisian menyatakan akan memperketat pengawasan di sejumlah titik rawan, terutama stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bulungan. Langkah tersebut ditujukan untuk menutup celah penyalahgunaan BBM bersubsidi oleh pengetap maupun penampung ilegal. “Pengawasan akan terus kami lakukan di SPBU,” pungkasnya. (rk)

× Advertisement
× Advertisement