BULUNGAN – Pemberdayaan penyandang disabilitas di Kabupaten Bulungan menorehkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui program konsesi yang melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Program ini mengandalkan partisipasi pelaku usaha, tanpa bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Program bertajuk Kabupaten Pertama yang Memberikan Konsesi kepada Penyandang Disabilitas melalui UMKM tersebut merupakan inisiatif Yayasan Faqih Hasan Centre (YFHC) Kaltara melalui program BIRD.
Bupati Bulungan Syarwani menerima piagam penghargaan MURI dari Customer Relation Manager MURI, Almy Birama Jufaransyah, di Kebun Raya Bundayati, Tanjung Selor, Senin (12/10/2026). Penyerahan penghargaan itu menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-236 Tanjung Selor dan HUT ke-66 Kabupaten Bulungan.
Program BIRD bermula pada 12 Oktober 2025, melalui penetapan UMKM BIRD dan penunjukan YFHC sebagai organisasi pendamping penyandang disabilitas di Bulungan.
Pelaksanaannya mengandalkan keterlibatan pelaku UMKM yang bersedia memberikan konsesi sekaligus membuka akses bagi penyandang disabilitas untuk terlibat dalam kegiatan ekonomi.
Model ini menempatkan partisipasi masyarakat dan dunia usaha sebagai penggerak pemberdayaan, tanpa menjadikan anggaran pemerintah daerah sebagai tumpuan utama.
Ketua YFHC Kaltara, Hasanuddin, mengatakan penghargaan tersebut membuktikan bahwa inisiatif masyarakat yang mendapat dukungan pemerintah dan pelaku usaha dapat melahirkan inovasi sosial.
Menurut Hasanuddin, capaian Bulungan telah divalidasi oleh Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI). Ia menyebut Bulungan menjadi kabupaten pertama yang menjalankan program tersebut di antara 514 kabupaten/kota di Indonesia.
“Pencapaian ini mustahil tanpa dukungan maksimal dari Bupati Bulungan yang sangat terbuka terhadap usulan dan gagasan dari masyarakatnya,” ujar Hasanuddin.
Ia menegaskan, penghargaan MURI bukan akhir dari perjalanan program BIRD. Sebaliknya, capaian tersebut diharapkan mendorong lebih banyak kelompok masyarakat dan pelaku usaha dari berbagai sektor untuk membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas.
Bupati Bulungan Syarwani mengapresiasi inisiatif yang tumbuh dari partisipasi masyarakat tersebut. Ia berharap penghargaan MURI tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga memperluas keterlibatan masyarakat dan dunia usaha dalam mendukung penyandang disabilitas.
Menurutnya, pembangunan inklusif membutuhkan kolaborasi berbagai pihak agar penyandang disabilitas memperoleh kesempatan yang lebih luas dalam kehidupan sosial dan ekonomi.
Meski telah memperoleh pengakuan nasional, keberlanjutan program tetap menjadi hal penting. Partisipasi pelaku UMKM perlu dijaga agar kesempatan yang dibuka bagi penyandang disabilitas tidak berhenti pada momentum penghargaan.
Selain akses terhadap kegiatan ekonomi, pemberdayaan juga membutuhkan peningkatan kapasitas, keterampilan, dan pendidikan. Dengan dukungan tersebut, penyandang disabilitas diharapkan memiliki kesempatan lebih besar untuk mengembangkan potensi dan berpartisipasi dalam kehidupan masyarakat.
Melalui BIRD, YFHC berharap semangat inklusi terus berkembang di Bulungan. Kolaborasi masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha diharapkan mampu memperluas kesempatan bagi penyandang disabilitas secara berkelanjutan. (rk)




