TARAKAN – Setelah sempat memicu antrean panjang dan keluhan masyarakat, pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Nunukan mulai berangsur stabil. PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memastikan distribusi telah diperkuat, dengan stok di sejumlah APMS dan SPBU kini dalam kondisi aman.
Area Manager Communication, Relations dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun mengatakan, pihaknya telah melakukan percepatan pengiriman BBM dari Fuel Terminal Tarakan untuk mengatasi gangguan distribusi yang terjadi beberapa hari terakhir.
“Pertamina telah mengoptimalkan pengiriman pasokan BBM ke Nunukan serta memprioritaskan proses pengisian dan keberangkatan kapal pengangkut dari Fuel Terminal Tarakan. Pasokan sudah tiba dan disalurkan ke sejumlah APMS sehingga pelayanan kepada masyarakat kembali berjalan,” ujar Edi, Kamis (6/8/2026).
Sebelumnya, kelangkaan BBM di Nunukan sempat menyebabkan antrean kendaraan mengular di sejumlah APMS. Bahkan, di tingkat pengecer, harga BBM eceran dilaporkan melonjak hingga Rp35.000 per botol.
Menanggapi hal itu, Edi menegaskan, harga tersebut bukan harga resmi Pertamina. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak membeli BBM dari jalur tidak resmi.
“SPBU atau APMS merupakan titik akhir penyaluran BBM kepada konsumen. BBM yang telah dibeli masyarakat tidak untuk diperjualbelikan kembali,” tegasnya.
Untuk menjaga pelayanan tetap berjalan selama masa pemulihan distribusi, Pertamina turut mengoptimalkan peran SPBU 65.774.006 sebagai SPBU pendukung. Meski sempat terjadi lonjakan antrean, kondisi disebut tetap terkendali.
Penguatan pasokan juga dilakukan secara bertahap. Pada Rabu (5/8/2026), dua kapal pengangkut BBM telah melakukan pembongkaran untuk memasok kebutuhan di Pulau Nunukan. Penyaluran tambahan kembali dilakukan pada Kamis (6/8) dengan distribusi 89 kiloliter (KL) Pertalite dan 30 KL Bio Solar ke SPBU 65.774.004.
“Penguatan pasokan akan terus dilakukan melalui pengiriman berikutnya agar distribusi tetap stabil dan kebutuhan masyarakat terpenuhi,” tambah Edi.
Pertamina juga mengaku terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta pengelola SPBU guna memastikan distribusi berjalan lancar dan tepat sasaran.
Masyarakat diimbau tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan melalui SPBU resmi. Pertamina juga membuka layanan pengaduan melalui Pertamina Customer Solutions 135 untuk menerima laporan terkait distribusi maupun pelayanan BBM di lapangan. (rz)

