SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
KALTARA HUKUM & KRIMINAL TARAKAN

Fasilitas Lapas Disebut Merata, Pengakuan Residivis Narkotika Membuka Persoalan Lain

AN, warga binaan yang menghuni Blok Delta, Kamar 10 Lapas Tarakan

TARAKAN – Di dalam Lapas Kelas IIA Tarakan, AN mengaku tidak menemukan perbedaan perlakuan antarwarga binaan. Fasilitas dasar hingga layanan kunjungan keluarga, menurut dia, diberikan secara merata.

Namun, di balik kehidupan yang teratur di dalam Lapas, AN mengaku telah tiga kali menjalani masa pidana dalam perkara narkotika. Pada perkara terakhir, ia divonis 10 tahun penjara setelah menghadapi ancaman hukuman 11 tahun.

Ketika ditanya mengenai alasan kembali terjerat perkara narkotika, AN menyebut faktor ekonomi dan sulitnya mendapatkan pekerjaan. โ€œYa, ekonomi. Sulitnya dapat kerjaan sekarang,โ€ kata AN.

AN kini menghuni Blok Delta, Kamar 10. Ia menyebut, terdapat sekitar 10 warga binaan dalam satu kamar. Setiap penghuni mendapatkan tempat tidur, bantal dan matras yang disediakan pihak Lapas.

โ€œCukup aja, sesuai dengan kapasitas kamarnya sama penghuninya. Ada tempat tidur, ada bantalnya. Fasilitasnya cukup,โ€ ujarnya.

Ketemu Bupati dan Kapolres, PT Agrinas Palma Nusantara Sampaikan Komitmen Perusahaan

Warga binaan mendapatkan makanan tiga kali sehari, yakni pukul 07.00 Wita, 11.30 Wita dan sekitar pukul 16.00 Wita. Keluarga yang datang membesuk juga diperbolehkan membawa makanan untuk dikonsumsi di area kunjungan, tetapi tidak boleh dibawa masuk ke kamar.

Aktivitas warga binaan berlangsung berdasarkan jadwal. Pintu kamar dibuka pada pagi hari, dilanjutkan apel dan ibadah. Sekitar pukul 14.00 Wita, warga binaan kembali diperbolehkan beraktivitas di luar kamar hingga sore.

โ€œPagi buka pintu, nanti siang masuk apel. Selesai apel, selesai ini, salat semuanya, keluar lagi siangnya jam-jam 14.00. Habis olahraga masuk jam 17.00,โ€ tuturnya.

Selain rutinitas tersebut, warga binaan mengikuti kegiatan keagamaan dan olahraga. AN menyebut, tausiyah dilaksanakan Senin hingga Sabtu, sedangkan senam digelar setiap Rabu dan Sabtu.

Untuk berkomunikasi dengan keluarga, Lapas menyediakan Warung Telekomunikasi (Wartel). Menurut AN, fasilitas tersebut dapat digunakan secara gratis secara bergantian dengan durasi sekitar 10 menit per orang. โ€œSemua, daftar namanya ada. Ganti-gantian. Sekitar 10 menit satu orang. Enggak bayar, gratis,โ€ katanya.

Kapal ASDP Tak Boleh Dipaksakan Berangkat, Cuaca dan Mobile Bridge

Dari sisi keamanan, AN menyebut, razia kamar dilakukan sekitar tiga hingga empat kali dalam sebulan untuk mencari barang terlarang, seperti telepon seluler, narkoba dan senjata tajam.

Lapas juga memiliki program kegiatan kerja (Giatja), salah satunya di bidang perkebunan. Namun, AN mengaku lebih banyak mengikuti kegiatan olahraga.

Terkait kondisi kamar, setiap kamar saat ini dilengkapi satu kipas angin. AN menyebut, terdapat rencana penambahan kipas menjadi dua unit untuk setiap kamar.

AN menegaskan, dirinya tidak merasakan adanya perlakuan khusus terhadap warga binaan tertentu. โ€œEnggak ada, sama semua. Mau dari fasilitas, tempat tidur, besukan, apa semua sama semua. Rata semua di sini,โ€ ungkapnya.

Saat ini, AN mengaku, telah menjalani sekitar dua tahun masa pidana. Ia memperkirakan masih memiliki sisa hukuman sekitar tiga hingga empat tahun.

JKN Kaltara Berubah per 1 Oktober, 18.129 Peserta Belum Terdaftar

Pengakuan AN mengenai sulitnya mendapatkan pekerjaan disampaikan ketika menjelaskan alasan dirinya kembali terjerat perkara narkotika. Ia menyebut, persoalan ekonomi sebagai salah satu faktor yang melatarbelakangi pengulangan perbuatannya. (rz)

ร— Advertisement
ร— Advertisement