TARAKAN – Mesin politik Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Tarakan belum sepenuhnya rampung dibangun. Kepengurusan tingkat ranting baru terbentuk sekitar 50 persen, tetapi partai sudah menyiapkan langkah menuju kontestasi berikutnya dengan memulai pencalegan dini pada awal 2027.
Ketua DPC PKB Kota Tarakan Ahmad Usman mengatakan, konsolidasi struktur menjadi pekerjaan yang masih harus diselesaikan. Saat ini, kepengurusan Pimpinan Anak Cabang (PAC) telah terbentuk di seluruh kecamatan, sedangkan struktur ranting masih dalam proses pembentukan.
โPAC sudah terbentuk di semua kecamatan. Untuk ranting, sekitar 50 persen sudah terbentuk. Setelah struktur ini semakin kuat, awal 2027 kami akan mulai pencalegan dini untuk mencari dan memetakan figur yang akan disiapkan,โ kata Ahmad.
Pencalegan dini dilakukan untuk memetakan figur yang dinilai memiliki kapasitas menghadapi pemilu legislatif. PKB tidak hanya menyiapkan kandidat untuk memperebutkan kursi DPRD, tetapi juga membuka ruang bagi kader yang diproyeksikan mengisi posisi strategis dalam kontestasi politik mendatang.
Di saat yang sama, PKB mulai mengevaluasi kinerja kader yang telah duduk di DPRD Tarakan. Setiap anggota DPRD dari PKB diwajibkan melaporkan aktivitasnya melalui sistem digital I-Simpel.
Menurut Ahmad, sistem tersebut digunakan untuk melihat aktivitas kader ketika berinteraksi dengan masyarakat. Laporan tidak hanya berkaitan dengan agenda formal sebagai anggota legislatif, tetapi juga mencakup advokasi dan tindak lanjut terhadap persoalan warga.
โAnggota DPRD wajib melaporkan kegiatan mereka melalui I-Simpel. Yang dilaporkan bukan hanya kegiatan formal, tetapi juga bagaimana mereka turun ke masyarakat, melakukan advokasi dan sejauh mana persoalan masyarakat bisa ditindaklanjuti,โ ujarnya.
Laporan tersebut menjadi salah satu instrumen partai dalam mengevaluasi kontribusi kader. Mekanisme evaluasi juga diterapkan terhadap pengurus partai dan kepala daerah yang berasal dari PKB.
โKalau ada yang tidak memenuhi target yang sudah ditetapkan, tentu itu akan menjadi bagian dari evaluasi partai. Jadi ada ukuran yang bisa dilihat, bagaimana aktivitas kader dan kontribusinya kepada masyarakat,โ kata Ahmad.
Pembenahan struktur dan evaluasi kader tersebut diarahkan untuk memperkuat posisi PKB dalam perebutan kursi legislatif. Salah satu target yang dipasang adalah kembali menempati posisi pimpinan DPRD Tarakan.
Ahmad mengatakan, posisi ketua DPRD menjadi salah satu target politik PKB. Namun, pencapaiannya tetap bergantung pada hasil pemilu, jumlah kursi yang diperoleh, dan dinamika politik setelah pemilu.
โTarget kami tentu ingin kembali ke pimpinan DPRD. Untuk posisi ketua, itu bagian dari target politik yang akan kami perjuangkan. Tetapi semuanya tetap melihat hasil pemilu, komposisi kursi dan dinamika politik yang berkembang,โ ujarnya.
Selain menyiapkan strategi untuk pemilu legislatif, PKB juga mulai membaca kemungkinan kontestasi eksekutif, termasuk Pilkada. Partai menyiapkan sejumlah alternatif, termasuk kemungkinan mendorong kader sendiri jika terdapat keputusan dari tingkat pusat.
Sementara itu, hubungan dengan Wali Kota Tarakan Khairul masih ditempatkan dalam kerangka sinergi pemerintahan. PKB menilai Khairul berada pada posisi yang mengayomi berbagai kekuatan politik di Tarakan.
โPak Khairul sekarang kami lihat berada pada posisi yang netral karena beliau ingin mengayomi seluruh kekuatan politik. Tetapi itu tidak mengurangi hubungan kami. PKB tetap membangun sinergi dan mendukung program-program pemerintah kota yang memang ditujukan untuk kepentingan masyarakat,โ pungkasnya. (rz)




