SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kaltara Hukum & Kriminal Nunukan

Hendak Dipulangkan ke NTT, Pekerja Sawit Bacok Perekrutnya hingga Tangan Diamputasi

Hendak Dipulangkan ke NTT, Pekerja Sawit Bacok Perekrutnya hingga Tangan Diamputasi
Ilustrasi

NUNUKAN – Penganiayaan menggunakan parang di sebuah kebun kelapa sawit di Desa Semanggaris, Kecamatan Sei Menggaris, Kabupaten Nunukan, berujung pada amputasi tangan kiri korban. Terduga pelaku berinisial LY (43), disebut telah empat kali dideportasi dar8 Malaysia dan melakukan tindak pidana.

Korban berinisial YM, (49) mengalami luka parah setelah disabet parang saat terjadi keributan di kebun kelapa sawit di Jalan Utama RT 01, Minggu (11/10/2026) sekitar pukul 07.00 WITA.

Kapolsek Nunukan IPTU Disco Barasa menjelaskan, tangan kiri korban mengalami luka berat hingga hampir putus. Kondisi tersebut membuat tangan korban tidak dapat disambung kembali sehingga harus diamputasi.

Menurut Barasa, peristiwa itu bermula ketika korban bersama pemilik kebun mendatangi pondok tempat LY tinggal. Kedatangan mereka bertujuan memulangkan LY ke kampung halamannya di Nusa Tenggara Timur (NTT) karena dinilai tidak menjalankan pekerjaan dengan baik.

“Pelaku ini direkrut untuk bekerja di kebun kelapa sawit milik korban. Namun, karena dinilai tidak bekerja dan hanya makan serta tidur, pemilik kebun bersama korban datang untuk memulangkannya ke kampung,” jelas Barasa, Selasa (20/10/2026).

Verifikasi Aset Lahan Sawit, PT Agrinas Palma Nusantara Kembali Datangi Sei Menggaris

Persoalan pekerjaan itu diduga memicu dendam. LY disebut tidak terima karena kerap ditegur dan hendak dipulangkan. Pondok tempatnya tinggal juga sempat dirusak setelah dirinya dianggap malas bekerja.

Saat didatangi korban dan pemilik kebun, situasi memanas hingga terjadi aksi saling kejar. Korban sempat berusaha merebut parang yang dibawa LY dengan memeluknya. Namun, upaya tersebut berujung perlawanan.

LY kemudian diduga menyabetkan parang jenis selasing ke tangan kiri korban hingga menyebabkan telapak tangannya hampir putus dan sempat bergelantungan.

“Pelaku diduga merasa dendam dan tidak terima karena kerap ditegur serta selalu hendak dipulangkan ke kampungnya. Akibat serangan itu, tangan korban tak dapat disambung lagi sehingga harus diamputasi,” lanjut Barasa.

Setelah kejadian, polisi mendatangi lokasi untuk menindaklanjuti laporan penganiayaan. Namun, LY melarikan diri. Saat petugas tiba, terduga pelaku diketahui sedang memasak nasi di pondoknya.

Ditanya Soal Kasus Ijazahnya, Anggota DPRD Bulungan LL Pilih Irit Bicara

Hingga Selasa (20/10/2026), kepolisian masih menindaklanjuti kasus tersebut dan mencari keberadaan LY. (ryn)

× Advertisement
× Advertisement